-->

Jadi Destinasi Prioritas, Kawasan Mandalikan Akan Serap 56 Ribu Tenaga Kerja

, Saturday, September 14, 2019 WIB Last Updated 2019-10-04T08:48:59Z

Mataram (postkotantb.com)- Investasi besar-besaran pemerintah, BUMN dan swasta di Kawasan Mandalika diperkirakan akan menghasilkan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya diperkirakan mencapai 56 ribu tenaga kerja.

Untuk itulah, Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota kini tengah berupaya mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan untuk bekerja di sana. Dengan demikian, manfaat investasi benar-benar akan dirasakan oleh warga NTB. Khususnya mereka yang berada di sekitar Kawasan Mandalika.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH, baru-baru ini. Menurut Agus Patria, 56 ribu tenaga kerja lokal ini memang perlu segera dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dengan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), plus predikat sebagai destinasi wisata super prioritas di Indonesia, Kawasan Mandalika diperkirakan akan terus tumbuh. Kawasan ini kelak akan menjadi pusat destinasi wisata berkelas dunia. Hingga 2030 mendatang, sekitar 12 ribu kamar hotel akan dibangun di kawasan ini.

Menurut Agus Patria, pemerintah daerah di NTB kini tengah mempersiapkan kompetensi tenaga kerja lokal di bidang perhotelan. Juga bidang-bidang lainnya yang akan dibutuhkan di Kawasan Mandalika. Tahun depan, proses pelatihan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal akan ditingkatkan.

Upaya ini dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah daerah. Pihak ITDC juga akan ambil bagian dalam penyiapan tenaga kerja yang dibutuhkan.

Ia menambahkan, BLK-BLK di NTB siap memberikan pelatihan bagi warga setempat yang ingin mengembangkan kompetensinya. “Kita optimis tenaga kerja lokal akan terserap di KEK Mandalika dan MotoGP,” ujar Agus Patria.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer memperkirakan, investasi yang masuk ke Mandalika mencapai Rp17 triliun. Porsi investasi terbesar adalah dari Vinci Construction. Secara bertahap dalam 15 tahun, Vinci akan menggelontorkan Rp13,5 triliun. Selain itu, ada pula pembangunan tujuh hotel dan lapangan golf. Nilai investasinya sekitar Rp3 triliun. Sementara, untuk membangun jalur by-pass menuju kawasan ini, pemerintah pun telah menyiapkan tak kurang dari Rp 1,7 triliun.
Diperkirakan, proyek pembangunan infrastruktur yang sangat masif di Mandalika ini, akan menyerap tak kurang dari 300.000 tenaga konstruksi.

Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, H. Hasim Musleh Ibrahim, ST, MT, mengatakan tenaga kerja lokal perlu bersaing dan terlibat dalam pembangunan proyek-proyek di Mandalika.

Menurut Hasim, Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR NTB bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah melatih sekitar 200 warga sekitar KEK Mandalika agar memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan di proyek konstruksi ini. Masyarakat setempat dilatih menjadi tenaga terampil bersama Pemkab Lombok Tengah (Loteng).

“Tukang-tukang ini kita latih keterampilannya agar mereka mampu bersaing dengan tenaga terampil yang datang dari luar daerah,” kata Hasim.

Setelah dilatih, warga lokal yang mendapatkan keterampilan pertukangan, akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat tersebut akan sangat bermanfaat bagi mereka. Kelak, para pemilik sertifikat bisa menggunakannya untuk bekerja di proyek konstruksi lain. Baik di dalam maupun di luar negeri.

Setelah konstruksi, hotel-hotel dan aneka bisnis lain yang beroperasi di Kawasan Mandalika juga akan menghimpun tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kawasan Mandalika juga akan menjadi tempat perhelatan MotoGP 2021, 2022 dan 2023. Gelaran MotoGP ini nantinya tentu akan membuka beragam lapangan pekerjaan.

Dari pengemudi untuk wisatawan yang datang berkunjung, tenaga pengamanan (security), hingga race official.
Saat ini, sebanyak 300 pemuda NTB tengah dipersiapkan untuk dilatih di Sepang agar bisa menjadi race official untuk MotoGP 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 orang diprioritaskan bagi para pemuda dari Lombok Tengah. Sementara 150 orang lagi dari sembilan kabupaten/kota di NTB. (RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini