Sunday, November 17, 2019

KNPI Lombok Tengah Setuju Perubahan Nama BIL

ketua DPD KNPI Lombok Tengah, El Jalaludin
Lombok Tengah (postkotantb.com)- Penyematan nama Pahlawan Nasional asal NTB, TGKH Zainuddin Abdul Madjid untuk nama bandara di Lombok, disambut baik sejumlah elemen masyarakat di NTB.

Perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) yang disahkan melalui SK Menteri Perhubungan No: 1421 tahun 2018, dinilai merupakan penghargaan dan penghormatan kepada pahlawan nasional asal NTB, sekaligus kebanggaan bersama masyarakat NTB.

ketua DPD KNPI Lombok Tengah, El Jalaludin mengatakan, sangat setuju dengan keputusan Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk mengganti nama bandara seperti yang disampaikan juga oleh ketua DPD KNPI Provinsi Lalu Wire Kencana.

"Karna kalau bukan anak muda memikirkan para tokoh atau pahlawan, siapa lagi yang akan memikirkannya kalau bukan pemuda,"Tukasnya.

Jalal memaparkan, ego sektoral sebagai suatu daerah telah melebur saat para leluhur dan pendahulu bersepakat bergabung kedalam bagian dari bangsa Indonesia.

"Sehingga jika kemudian pemerintah pusat memutuskan hal yang berbeda dengan keinginan daerah, tentu kita harus terima sebagai bentuk ketaatan terhadap bangsa dan negara,"ujarnya.

Menurutnya, NTB patut bersyukur bahwa dengan penganugerahan pahlawan Nasional dan nama bandara ini sebagai wujud perhatian pemerintah pusat kepada daerah.

"Disamping itu, kami sebagai pemuda di Lombok Tengah siap mengawal pembangunan yang ada, berubahnya nama bandara harus dibarengi dengan meningkatnya fasilitas yang ada dan sesuai dengan taraf Internasional," Tukasnya.


Sebelumnya, dukungan perubahan nama bandara juga disampaikan ketua DPD KNPI Provinsi NTB Lalu Wire Kencana.

Lalu Wire Kencana mengatakan, kelompok pemuda NTB mengapresiasi penuh atas perubahan nama bandara tersebut.

"Kita selaku generasi NTB harus mengapresiasi perubahan nama bandara ini, beliau sosok ulama besar  putra daerah NTB sebagai pahlawan nasional yang mengharumkan nama NTB, kemudian nama beliau disematkan sebagai nama bandara internasional adalah penghargaan yang luar biasa,"ujarnya.

Lalu Wire Kencana mengatakan, pro kontra terkait perubahan nama bandara merupakan hal yang wajar. Namun yang harus dipahami bersama, bahwa perubahan nama ini dilakukan oleh negara dan berkekuatan hukum.

" Mari kita sama-sama hormati, yang harus kita dorong sekarang adalah bagaimana bandara ini dikelola lebih profesional, lebih baik kedepannya sesuai kearifan lokal yang kita miliki,"katanya.

Miq Wire menekankan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mengawal mengawal pembangunan dan menjaga kondusifitas daerah ini.

" yang mesti kita lakukan sekarang bagaimana generasi muda dapat meningkatkan keterampilan dan sumberdaya yang dimiliki untuk dapat mengisi ruang-ruang pembangunan NTB disemua bidang," Pintanya. (Eka)

No comments:

Post a Comment