Post Kota NTB Direktur Utama Aminuddin

Bawaslu NTB Gandeng Budayawan Ikut Awasi Pemilu

, Tuesday, December 10, 2019 WIB Last Updated 2019-12-10T03:17:30Z
Bawaslu NTB gelar workshop pengawasan pemilu berbasis kebudayaaan
Mataram (postkotantb.com)- Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng budayawan untuk ikut aktif melakukan pengawasan pemilu dan pilkada.

Pengawasan partisipatif merupakan salah satu program yang di usung Bawaslu dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran.

Bawaslupun aktif melakukan sosialisasi, salah satunya workshop pengawasan berbasis kebudayaan yang di gelar Bawaslu di Mataram, Selasa (10/12) yang di hadiri oleh sejumlah budayawan.

Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid menjelaskan, keikutsertaan para budayawan dalam mengawasi jalannya pemilu sangat penting. Sosialisasi pentingnya mencegah pelanggaran pemilu melalui atraksi budaya dan kearifan lokal lebih efektif menyentuh lapisan terbawah.

"Peranan budayawan sangat vital dalam mengawasi jalannya pemilu, terlebih ikut mencegah pelanggaran melalui budaya itu lebih mengena, dan menggugah masyarakat untuk ikut mengawasi," ujar Khuwailid.

Lalu Sadaruddin salah satu budayawan yang menjadi narasumber mengatakan, berbagai atraksi budaya dan kearifan lokal bisa menjadi media menyampaikan program Bawaslu salah satu nya mensosialisasikan pencegahan pelanggaran.

Ia mencontohkan melalui pagelaran wayang ataupun kegiatan budaya yang lain, bisa di jadikan katalisator untuk menyampaikan program pencegahan. Meski demikian ujar Lalu Sadarudin peran semua pihak tidak hanya Bawaslu untuk ikut memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

"Pendidikan politik sangat penting tidak hanya tugas Bawaslu semua elemen harus ikut mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik, peran budayawan juga sangat penting turut mencerdaskan terutama dalam mengajak memilih pemimpin yang baik," papar nya. 

Bawaslu NTB sebelumnya juga membentuk jaringan kampung pengawasan partisipatif pemilu. Tidak hanya budayawan pengawasan partisipatif juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.(RZ) 
Komentar

Tampilkan

Terkini