-->

RSUP NTB Observasi Balita Asal Tiongkok Dengan Gejala Pneumonia Berat

, Tuesday, January 28, 2020 WIB Last Updated 2020-01-28T05:38:40Z
Dirut RSUP NTB Lalu Hamzi Fikri bersama Kadis Kesehatan Dr. Nurhandini Eka Dewi memberikan keterangan pers terkait balita asal Tiongkok yang kinu dirawat di ruang isolasi RSUP NTB
Mataram (postkotantb.com)- WX balita berusia 1,5 tahun asal Provinsi Hainan Tiongkok saat ini masih di rawat secara intensif di ruang isolasi Provinsi NTB.

WX dirawat di RSUP NTB setelah dibawa oleh orang tuanya karena mengalami demam tinggi dan radang tenggorokan. Selain WX kedua orang tuanya juga di rawat di ruang isolasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. Nurhandini Eka Dewi S.pa bersama Dirut RSUP NTB Dr. Lalu Hamzi Fikri dalam jumpa pers nya, Selasa (28/1) di kantor gubernur mengatakan pihak rumah sakit masih melakukan observasi terhadap WX untuk mengetahui apakah WX positif atau negatif terpapar virus corona.

Nurhandini menyatakan observasi yang di lakukan oleh pihak RSUP NTB di lakukan selama 14 hari.

"Jadi pihak rumah sakit masih melakukan observasi selama 14 hari dan menunggu hasil uji laboratorium radiology apakah positif atau negatif terpapar virus corona," ujar Nurhandini.

WX bersama dengan kedua orang tuanya terbang dari Hainan menuju Bali dan ke Lombok menggunakan Fastboat dari Benoa ke Senggigi.

Saat di bawa ke RSUP NTB WX terkena radang tenggorokan di sertai demam tinggi yang mencapai 38 derajat celcius. Kondisi WX lebih mengarah terkena pneumonia yang di sebabkan oleh bakteri pneumokokus.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona RSUP NTB mengaktifkan kembali ruang isolasi paska ramainya pemberitaan penyebaran virus corona yang berawal dari Wuhan China.

Selain ruang isolasi di Bandara Internasional Lombok juga telah di pasang thermoscan untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini