Post Kota NTB Direktur Utama Aminuddin

140 jumlah penanganan DBD Di RSU Tripat Gerung, Dua Pasien meninggal Dunia

, Wednesday, February 19, 2020 WIB Last Updated 2020-02-19T12:30:52Z

Lombok Barat (postkotantb.com)- Terhitung sejak Januari sampai Februari 2020,  jumlah kasus Demam Berdarah (DBD) kian meningkat. Jumlah ini sekitar menelan dua ratusan yang diduga terjangkit, suspek maupun positif. Terdapat diantaranya dua pasien positif DBD meninggal dunia.

Direktur RSUD Tripat Gerung drg. H. Arbain Ishak menjelaskan, sejuh ini RSUD tripat telah banyak menangani pasien DBD yang di rawat. Namun penangan ini terdapat macam macam indikator seperti ada yang diduga, suspek,  terpapar kemudian ada yang penurunan IGD sehingga gejala yang dirasakan hampir mirip dan bahkan ada pasien yang positif.

"Pasien pasien ini tidak hanya warga Lombok Barat saja akan tapi warga dri luar daerah juga," ungkapnya.

Terhitung selama bulan Februari ini, jumlah penanganan pasien DBD sebanyak 87 orang. Kasus termasuk ini masih tergolong suspek. Sedangkan di bulan Januari sebanyak 140 lebih.

"Masalah berapa jumlah yang positif masih dalam proses, karena pihaknya tidak langsung mendiagnosa DBD sebelum ada penunjangnya," sebuat Arbain.

Hari ini juga ada pasien yang di rawat termasuk salah seorang Camat. Tapi yang bersangkutan masih diduga gejala, karena bisa dipastikan hanya trombosis nya yang turun. Sudah empat hari ini dirawat dan kita sudah obserfasi dan kondisinya makin membaik.

"Alhamdulillah hari ini sudah bisa keluar," terangnya.

Lanjut Arbain, dengan kondisi cuaca yang masih labil seperti ini, estimasi pasien DBD bisa lebih meningkat. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat umumnya lebih hati hati dan waspada terhadap antisipasi kasus semacam ini.

"Untuk lebih efektifnya masyarakat harus berusaha mencegahnya," sarannya.

Cara yang paling utama adalah dengan mengusahakan agar tidak digigit nyamuk Aedes aegypti. Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah.

"Menguras bak mandi seminggu sekali.
Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang.

"Bersihkan juga wadah penampung air lainnya," ajak Arbain.

Sementara Kata Arbain, daerah penyumbang terbanyak kasus dugaan DBD ini masih didominasi Kecamatan Gerung dan Kuripan. Diketahui, sejauh perawatan kasusnya diidentifikasi dua pasien positif meninggal dunia di RSUD.

" Iya memang ada pasien yang sempat di rawat disini dan meninggal dunia.
Nanti kami cek alamat korban DBD ini," pungkasnya. (Ali)
Komentar

Tampilkan

Terkini