Anggaran PRKP Sumbawa Ditahun 2020 Meningkat

Keterangan foto :Kepala Dinas PRKP Drs H Burhanuddin, MTP
Sumbawa (postkotantb.com)- Sejumlah proyek program pembangunan fisik dan non fisik yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa tahun anggaran 2019 lalu, baik itu proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, kegiatan bedah rumah melalui program BSPS, penataan pemukiman kumuh perkotaan di sejumlah desa, kelurahan dan kecamatan di daerah sebagian besar telah dinyatakan rampung dan tuntas.

Meskipun ada beberapa paket IPAL Komunal yang belum rampung dan diberikan peluang kesempatan untuk menuntaskan pekerjaan sisa fisiknya hingga Januari 2020 ini, sebagai akibat kendala terlambatnya droping bantuan DAK dari pusat yang masuk ke kas daerah 31 Desember 2019 lalu.

Namun untuk program pembangunan PRKP tahun anggaran 2020 ini, kata Kepala Dinas PRKP Drs H Burhanuddin, MTP bahwa alokasi anggarannya terjadi peningkatan yang cukup signifikan bagi menunjang kegiatan pembangunan dan pembenahan sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan warga masyarakat penerima manfaat, seperti untuk proyek IPAL Komunal tahun ini yang dialokasikan anggarannya mencapai sekitar Rp 13 miliar, dan meningkat jika dibandingkan dari tahun 2019 lalu, anggaran mencapai sekitar Rp 8 miliar.

Lebih jauh ia memaparkan, bahwa program IPAL Komunal tahun 2020, memang diprioritaskan bagi desa yang berbeda, dengan pelaksanaan programnya berkaitan erat dengan program stating  dijadikan skala prioritas, karena air bersih dengan sanitasi ini penting untuk mendukung, jangan sampai stanting terjadi, sehingga program IPAL Komunal ini diharapkan dapat menunjang program penurunan angka gizi buruk di daerah ini. Melalui peran PRKP melaksanakan program pembangunan dan pembenahan sejumlah sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang kesehatan masyarakat di daerah ini, ungkapnya.

Kendati demikian, juga tentang air bersih, perumahan melalui DAK perumahan tapi ada yang langsung dari APBN yang namanya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) itu awal tahun 2020 sudah turun persetujuan dari Pusat sebanyak 350 unit dengan biaya per-rumah/KK dialokasikan sebesar Rp 17.500.000, dan akan ditambah lagi 350 unit, sehingga totalnya menjadi 700 unit rumah dengan nilai anggaran biaya mencapai sekitar Rp 13 miliar lebih meningkat jika dibandingkan tahun 2019 lalu.
Sumbawa mendapat jatah sebanyak 623 unit dengan nilai total anggaran terserap sebesar Rp 10,925 miliar, dengan warga masyarakat penerima manfaat di desa masing-masing telah tercatat dan disepakati lebih awal sebelum masuk tahun anggaran, terangnya.

Ia menambahkan, bahwa DAK perumahan dan APBD Provinsi NTB dengan program mirip BSPS, program peningkatan kualitas rumah dengan jumlah bantuan Rp 17.500.000/KK untuk lebih dari 1.000 unit rumah, serta Bansos dari APBD Sumbawa tahun 2020 sekitar 300 unit rumah sedikit agak menurun jika dibandingkan tahun 2019 lalu dialokasikan sebanyak 493 unit dan ada beberapa kelurahan yang dapat tahun lalu, karena alokasi anggaran daerah yang terbatas, dengan pola pekerjaan yang diterapkan adalah menggunakan sistem “ALADIN” – melakukan perbaikan Atap Lantai dan Dinding, dengan pekerjaan dipercayakan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM) setempat.

“ Sejumlah program yang dilaksanakan PRKP, selalu mengacu kepada program Pemerintah Seratus Kosong Seratus (100 – 0 – 100), inilah yang diwujudkan melalui berbagai pelaksanaan program nyata yang dilaksanakan dengan target 100% air bersih, 0 rumah tidak layak, rumah kumuh dan lingkungannya serta 100% sanitasi layak, dengan pelaksanaan tender dan sistem swakelola, karena itu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program dimaksud,” pungkasnya. (SHK)