-->

GMNI Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Nilai Kebangsaan Tolak Ideologi Khilafah

, Thursday, February 06, 2020 WIB Last Updated 2020-02-06T11:10:08Z
GMNI Cabang Mataram gelar dialog kebangsaan perkuat Pancasila dan tolak sistem Khilafah
Mataram (postkotantb.com)- Bertempat di aula Kesbangpoldagri NTB, Kamis (6/2), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) cabang Mataram menggelar dialog kebangsaan.

Dialog kebangsaan ini di buka oleh Dewan Pembina GMNI NTB Sri Sudarjo. Dalam sambutannya Sudarjo menegaskan keutuhan NKRI menjadi keharusan dan tidak.bisa di tawar. Adapun upaya upaya sekolompok orang yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan idiologi yang lain maka telah melakukan perbuatan makar.

"Nilai kebangsaan kita harus di perkuat, ideologi Pancasila tidak bisa di rubah, kita harus bersepakat bahwa kita kembali semua ke Pancasila, kita amalkan nilai nilai pancasila," ujar Sri Sudarjo.

Sementara perwakilan dari Kesbangpoldagri, Wahid dalam pemaparannya mengatakan  Sri TVRI UUD dan Pancasila masih tegak berdiri falsapahnya ada nilai nilai yang luntur. Gerakan radikalisme yang terjadi yang mencoba menganggu ideologi pancasila tentu harus di lawan ujar Wahid.

"Berbicara radikalisme ada energi positif yakni masyarakat semakin bersatu, radikalisme dalam konteks perilaku yang merongrong Pancasila jelas merusak, khilafah itu belum ada konsep jelas, tidak ada negara saat ini yang mengadopsi sistem khilafah, negara kita telah di sepakati bahwa ideologi Pancasila adalah yang terbaik," paparnya.

Adapun pembicara terakhir yakni perwakilan dari Binmas agama Kristen dan Katolik Pendeta  Hasan mengatakan persoalan radikalisme bisa di sikapi dengan konsen mmperjuangkan UUD dan Pancasila. Semua yang tertuang dalam Pancasila menurut pendeta Hasan harus di aplikasikan dalam kehidupan sehingga kehidupan bernegara ini akan sesuai dengan keinginan pendiri bangsa ini yakni bersatu dan kuat tanpa adanua perbedaan yang substansial.

"Bagaimana menyikapi masalah  ini asal kita konsen memperjuangkan UUD dan Pancasila, Pancasila sudah final, NKRI harga mati, Bhineka Tunggal Ika sudah teruji dan UUD 45 sudah sangat baik dan terlaksana dengan sangat baik," tegasnya.

Dialog kebangsaan ini di ikuti oleh berbagai elemen pemuda dan mahasiswa. Dialog kebangsaan ini sendiri di gelar menyikapi adanya gerakan gerakan yang mencoba merubah sistem dan tata cara bernegara oleh sekelompok orang yang melakukan tindakan radikal serta terorisme.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini