Hingga Februari, FLLAJ Lombok Barat Terima 11 Aduan

, Thursday, February 27, 2020 WIB Last Updated 2020-02-27T10:14:25Z

Lombok Barat (postkotantb.com)- Sebanyak sebelas aduan dari masyarakat masuk ke Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Lombok Barat (Lobar) bulan Februari ini. Seluruh aduan disampaikan melalui akun media sosial FLLAJ Lobar sendiri. 5 aduan disampaikan melalui akun Facebook, 4 melalui Whatsapp dan 2 melalui Instagram.
11 aduan tersebut dibahas lansung dalam rapat bulanan FLLAJ Lobar di aula Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar. Kamis (27/2).

Rapat ini dihadiri oleh sejumlah OPD terkait dari Lobar seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perkim dan Dinas PU, Bappeda, forum wartawan, pemerhati jalan hingga masyarkat umum.

Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Najib menyebutkan,  rapat ini merupakan agenda untuk mendukung transparansi pembangunan daerah.

“Kegiatan hari ini kami harapkan agar bagaimana proses mekanisme keberadaan Forum FLLAJ Lobar, yang terkait juga untuk mendukung transparansi pelaksanaan pembangunan imfrastruktur daerah,” terang Najib.

Sebelas aduan yang masuk ke akun media sosial FLLAJ Lobar bulan ini antara lain menyangkut masalah kondisi jalan, lampu lalu lintas dan lampu jalan. Seperti rapat sebelumnya, setiap aduan dibacakan satu per satu secara lengkap beserta tanggal masuk aduan dan penyampaian aduan, kemudian direspon oleh dinas terkait, respon berupa penjelasan kasus atau aduan dan penyampaian progress dari tindak lanjut yang sudah atau yang sedang dilakukan. Salah satu masalah yang diadukan adalah kemacetan yang sering terjadi di simpang  4  bekas pasar Gunung Sari.

Aduan ini direspon lansung perwakilan Dishub Lobar  dengan menyebutkan,  jika jalan di sekitar bekas memang masih dalam kondisi darurat karena pemindahan pasar, lebih-lebih lagi jalan tersebut merupakan terminal sehingga tidak jarang terjadi arus lalu lintas padat. Untuk itu Dishub Lobar masih sedang mengupayakan jalan alternatif sementara untuk menghindari kemacetan tersebut.

Terkait kerusakan jalan yang terjadi ruas jalan Sayang-sayang-Gunungsari tepatnya di Kekeri, kasi peningkatan jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang  Fatoni mngungkapkan jika hal tersebut kemungkinan terjadi karena kelebihan beban dari kendaraan yang sering parkir di titik kerusakan.

“Kerusakan itu kemungkinana penyebabnya karena kelebihan beban dari kendaraan, di depan Indomaret yang kebetulan di depannya ada toko bangunan dan sering parkir kendaraan muatan materialnya di sana. Kerusakan itu disebutkan Fatoni akan segera ditindaklanjuti secepatnya,” jelasnya.

Aduan lainnya menyangkut kebocoran pipa PDAM yang tentunya akan sangat menggangu lalu lintas,  ia mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pihak PDAM.

Permasalah lain seperti Penerang Jalan Umum (PJU), terutama di titik yang sudah terdaftar di daftar aduan seperti di jalan Keru-Suranadi, Kepala Bidang Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perkim Lobar, H. Saifullah mengakui jika di titik itu memang masih belum bisa menyala.

“Di ruas jalan Keru dan Suranadi Insya Allah dengan skema kerjasama KPBU, tahun ini yang sudah dalam tahap evaluasi tahun ini insyaallah 12ribu titik akan menyala termasuk di ruas jalan itu,” tutur Saifullah.

Sebagaimana diketahui, keberadaan jalan mantap di Lombok Barat mendapat pengakuan secara nasional. Karena itu banyak daerah yang study tiru ke Lombok Barat untuk belajar  banyak terkaitdengan pembangunan jalan khususnya yang mendapatkan support pendampingan dari dana hibah.

Kabupaten Pesisir selatan yang dipimpin Bupatinya H Hendra Joni misalnya pada Rabu (26/2) melakukan study tiru ke Lombok Barat terkait pembangunan jalan ini dan diterima langsung Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dan jajarannya.
Bupati H Fauzan saat itu menjelaskan, mulusnya insfrastruktur seperti jalan di Lombok Barat, salah satunya karena adanya dukungan hibah Provincial Road Infrastructure and Maintenance (PRIM) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Menurut Bupati, PRIM merupakan program hibah dan kerjasama antara Pemerintah Australia dan Indonesia melalui Program Indonesia Infrastructure Initiative. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pemerintah provinsi (NTB) dalam pengelolaan dan pemeliharaan jalan.
Dengan program inilah Lombok Barat terbantu dalam pemeliharaan jalan untuk tiga tahun terakhir mulai tahun 2017- 2019.

Bupati Fauzan mengakui, PRIM ini sebelumnya merupakan program Pemprov NTB. Namun sejak tahun 2017 diujicobakan ke Lombok Barat dan ternyata berjalan baik sesuai harapan.

“Kalau kami istilahkan jalan kabupaten kita bangun di atas kualitas jalan provinsi bahkan mendekati kualitas jalan nasional," Jelas Fauzan.

Bupati menegaskan, jika pembangunan jalan melalui dana hibah PRIM Australia ini tidak hanya Dinas PUPR yang terlibat, namun juga dinas lainnya seperti Dinas Perhubungan melalui ForumLalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) tetap online 24 jam menerima pengaduan masarakat.

“Tidak hanya pengaduan masalah jalan, namun pengaduan lainnya seperti sampah dan sebagainya juga diakomdir. Selanjutnya FLLAJ meneruskannya ke dinas-dinas terkait dengan pengaduan tersebut dan FLLAJ ini lebih banyak unsur masyarakat sebagai anggotanya,” jelas Fauzan. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini