Post Kota NTB Direktur Utama Aminuddin

DPD ASPPI NTB Kembali Gelar LTM ke 7, Target Transaksi 10 Milyar Rupiah

, Sunday, March 01, 2020 WIB Last Updated 2020-03-01T11:50:57Z
DPD ASPPI NTB Gelar jumpa pers agenda Lombok Travel Mart ke 7 di Hotel Golden Palace
Mataram (postkotantb.com)- Sukses dengan Lombok Travel Mart ke 6 pada tahun lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB kembali menggelar Lombok Travel Mart yang ke tujuh. Paska recovery minat wisatawan datang ke Lombok semakin meningkat. Begitu juga perkembangan industri pariwisata yang semakin menunjukan progress yang membaik menjadi alasan DPD ASPPI NTB kembali menggelar LTM ke 7. Terlebih banyaknya agent travel di luar Lombok yang menjual paket tour ke Lombok namun tidak memiliki patner agen lokal. 

Melihat potensi ini, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB pada tahun 2014 yang lalu kemudian menginisiasi event yang diberi nama Lombok Travel Mart. Event yang digelar dengan konsep table top B2B (Bussiness to Bussiness) ini mempertemukan seller dan buyer dengan tujuan menjalin kerja sama dalam menjual paket-paket Wisata di Lombok.

Tahun ini, DPD ASPPI NTB kembali Penyelenggaraan Lombok Travel Mart yang ke-7 tahun ini mengusung tema “Magical Moyo” dengan target 150 buyer domestic juga oversea dan 50 seller terbaik di Lombok dan Sumbawa. Para Seller berasal dari stakeholder kepariwisataan NTB, diantaranya, para pengelola Hotel, Restaurant, Pokdarwis, juga Desa Wisata. 

Di LTM ke-7 ini nantinya mereka akan menjual paket-paket wisata pulau Lombok dan juga pulau Sumbawa kepada para kelompok buyer yang disiapkan dari para pengelola Travel Agent terbaik Indonesia dan mancanegara yang melalui proses seleksi yang sangat ketat, dari 400 pendaftar hanya dipilih 150 buyer terbaik.

Oleh para panitia, LTM edisi ke-7 ini dikonsep dengan special, memperkenalkan dan mengangkat salah satu destinasi favorit di pulau Sumbawa menjadi tema kegiatan LTM-7. “Magical Moyo”, mengangkat daya pikat Pulau Moyo dan air terjun Mata Jitu yang merupakan tempat favorite Liburan Keluarga Kerajaan Inggris dan banyak artis-artis ternama dunia. 

DPD ASPPI NTB menilai forum bisnis berskala Internasional ini sangat penting bagi pemerintah Provinsi NTB untuk memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada di pulau Sumbawa, sebagai bentuk kerja nyata DPD ASPPI NTB untuk mengembalikan pesona pariwisata Lombok-Sumbawa pada dunia dan diharapkan menjadi katalisator pariwisata di Nusa Tenggara Barat, khususnya Sumbawa pasca bencana gempa tahun 2018 yang lalu.

Ade Devi Handayani, Ketua Panitia LTM VII, menjelaskan destinasi-destinasi terbaik di pulau Sumbawa sudah saatnya dipromosikan lebih optimal.

“Air Terjun Mata Jitu sudah eksis jadi ikon wisata Sumbawa, bahkan sudah mendunia. Jadi, kami yakin, di LTM VII ini nanti, paket-paket wisata yang disiapkan para Seller akan sangat menarik,” tegasnya.

Satu spot istimewa juga telah dipersiapkan. Poto Jarum, satu spot snorkeling di perairan menuju Pulau Moyo, Sumbawa. Istimewa, karena spot ini dikategorikan sebagai spot underwater dan snorkeling terbaik di wilayah perairan Moyo.

Ketua ASPPI NTB, Ahmad Ziadi, optimis LTM 7 akan mencapai target terbaik. Setiap tahun, gawe rutin ASPPI melalui travel mart, telah menghubungkan para buyer dan seller terbaik di bidangnya masing-masing. Apalagi tahun ini post tournya merupakan destinasi kelas dunia.

“Di dua tahun terakhir, pelaksanaan LTM selalu berhasil mendatangkan ratusan pelaku pariwisata aktif. Di tahun lalu, LTM VI mengumpulkan 175 Buyer dan 35 Seller. Memang lebih sedikit dari LTM V di tahun 2017. Bagaimana pun, kita memang masih harus menyesuaikan dengan masa pemulihan efek dari musibah gempa Lombok di Agustus 2018,” urai Ahamd Ziadi.

Aktifitas unik lain yang telah menanti peserta Lombok Travel Mart ke-7, yaitu Visit Marente yang menonjolkan momen coffee time. Desa Marente yang merupakan kampung kelahiran Gubernur NTB ini memiliki banyak potensi pariwisata. Beberapa yang terbaik, desa ini merupakan sentra penghasil Kopi bercitarasa mewah. Ada pula Air Terjun Agal yang tingginya sampai 300 meter. Jarak tempuh menuju spot air terjun, sekira 1.5 jam perjalanan dari parkiran, sehingga nyaman untuk siapa pun. Desa yang subur dan asri ini cocok untuk adventure, camping ground, wisata alam, juga ekowisata.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini