Peduli Covid-19, IWAPI NTB Berbagi Snack Dengan Para Tenaga Medis

Peduli Covid-19, IWAPI NTB Berbagi Snack Dengan Para Tenaga Medis

, Friday, April 03, 2020 WIB Last Updated 2020-04-03T06:58:57Z
Ketua DPD IWAPI NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi memberikan Lunch Box Kepada Tenaga Medis dan Pihak Keamanan Rumah Sakit Kota Mataram, Jum'at (3/4).
Mataram (postkotantb.com)- Sebagai bentuk kepedulian terhadap para tenaga medis dalam menangani dan merawat pasien, ditengah wabah virus Corona (Covid-19), DPD IWAPI NTB menggelar kegiatan berbagi Snack dengan para tenaga medis di RSUD Kota Mataram dan RSI Siti Hajar.

"Kami DPD IWAPI NTB punya kegiatan sosial yaitu membagikan makanan ke rumah sakit, pihak keamanan, pihak Ojek Online (Ojol) dan memberikan ke masyarakat-masyarakat yang tidak bisa bekerja lagi dengan adanya wabah corona ini," demikian dikatakan Ketua DPD IWAPI NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, Jum'at (3/4).

Dijelaskannya, IWAPI memilih Lunch box dan snack box. Karena pihaknya melihat bahwa kalau hanya menunggu memberikan masker, sanitazer dan APD lainnya itu sangat sulit sekali, sehingga pihaknya berinisiatif untuk memberikan makanan siap saji.

Selain di Rumah Sakit Kota Mataram dan RSI. Siti Hajar, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan serupa di Lombok Barat, yakni di RSUD Tripat Gerung dan dibeberapa puskesmas yang ada.

Walaupun tidak banyak jumlahnya,  tetapi dirinya berharap kegiatan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para tenaga medis, tenaga keamanan dan masyarakat.

"Kegiatan sosial ini akan terus kami lakukan, minimal dapat dilaksanakan 2 kali dalam seminggu, sampai nanti dinyatakan bebas corona," Ujarnya.

Sebagai pembina UMKM di NTB, dirinya turut prihatin kepada para UMKM yang tidak bisa beraktivitas lagi ditengah wabah corona ini. Dimana, kondisi ini membuat pelaku UMKM tidak bisa berjualan dan menghidupkan keluarganya.

"Kami berkewajiban dan bertanggungjawab agar bagaimana para pelaku UMKM ini bisa mengkonsumsi makanan, dan bagaimana mereka bisa mendapatkan makanan, itu yang IWAPI lakukan,"Imbuhnya.

Pihaknyapun memberikan semangat dan dukungan kepada para tenaga medis, yang setiap saat melayani masyarakat. Semoga diberikan kekuatan dalam melayani dan merawat pasien di rumah sakit.

Ditegaskannya, kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya tetap pada Protap seperti jaga jarak, menggunakan masker, menggunakan sarung tangan.

"kita keluar bukan melanggar aturan pemerintah, tetapi kita tetap pada protap yakni jaga jarak, menggunakan masker,  menggunakan sarung tangan, dan setelah sampai rumah semua pakaian dicuci, jadi bukan kita melanggar aturan stay at home,  tapi kita berpikir kalau stay at home aja tidak berbuat apa-apa, rasanya tidak manusiawi sekali, biarlah kita berbagi tetapi tetap pada aturan-aturan yang ada," Tegasnya. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini