Soal Pengadaan 2 Juta Masker, HPMK Desak Bupati Loteng Penuhi Janji

Soal Pengadaan 2 Juta Masker, HPMK Desak Bupati Loteng Penuhi Janji

, Sunday, April 12, 2020 WIB Last Updated 2020-04-12T13:28:09Z
Lalu Andi
Lombok Tengah (postkotantb.com)-  Janji Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT untuk Pemberdayaan UMKM, yakni pengadaan 2 juta masker untuk masyarakat Di Kabupaten Lombok Tengah kini mulai ditagih.

Ketua Himpunan Usaha Muda dan Kreatif (HPMK), Lalu Andi melalui pesan What'sapp, Minggu (12/04) mengungkapkan, sesuai janji Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, bahwa pengadaan 2 juta masker yang akan diserahkan pengerjaannya kepada UMKM lokal, hingga kini tidak ada kejelasannya.

"Seperti yang dikatakan Bupati,tentang pemberdayaan usaha menengah ke bawah untuk pengadaan 2 juta masker. Kami meminta bupati tepati janjinya,"keluhnya.

Seperti diketahui bersama, kondisi Pandemi Covid 19, sangat berimbas terhadap nasib UMKM dan wirausah kecil. Janji tersebut diakuinya, telah memberikan harapan terhadap perputaran roda perekonomian lokal.

Apabila tidak terealisasi di masyarakat, dikhawatirkan dapat mempengaruhi mental serta moral masyarakat di kabupaten tersebut.

"UKM dan wirausaha kecil sudah patuh dengan imbauan pemerintah. Sudah menjadi tanggungjawab moral pemerintah untuk tepati omongannya,"tegasnya.

Di sisi lain lanjut Andi, sampai saat ini pemerintah daerah belum menyusun petunjuk teknis penggunaan anggaran dan menentukan nama-nama UKM yang mendapatkan jatah pembuatan masker.

Kondisi ini dapat memicu asumsi beberapa pihak bahwa pengadaan 2 juta masker ini, dilaksanakan secara tidak transparan dan akuntabel. Sehingga dapat memancing dugaan-dugaan yang tidak diinginkan.

Untuk itu ia mengimbau pemkab setempat, agar mengumumkan seluruh biaya dan daftar nama UKM atau industri kecil yang mendapatkan jatah produksi masker.

"Bersama ini kami mohon bapak bupati segera mengumumkan kepada masyarakat secara terbuka UMKM mana yang mengerjakan pembuatan masker,agar tidak menjadi fitnah,"pungkasnya. (rin)
Komentar

Tampilkan

Terkini