Stok Reagen di RSUP NTB Kosong, Pemeriksaan RNA Pasien Covid-19 Terbatas

, Thursday, April 30, 2020 WIB Last Updated 2020-04-30T13:56:12Z
Stok reagen untuk memeriksa RNA pasien covid-19 di RSUP NTB kosong, foto/Katadata

Mataram (postkotantb.com)- Dalam dua hari ini ketersedian reagen atau pereaksi kimia untuk menguji sampel RNA pasien covid-19 di RSUP NTB sangat terbatas. Akibatnya pemeriksaan swab pasien covid-19 hanya di lakukan dalam jumlah terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi membenarkan stok salah satu dari tiga reagen di laboratorium RSUP NTB kosong. Persediaan yang ada pun ujar dr. Eka demikian panggilan akrabnya hanya cukup untuk memeriksa beberapa swab pasien covid-19.

"Ada 3 reagen yang dipakai untuk pemeriksaan PCR, dari 3 salah satunya yaitu yang untuk ekstraksi RNA kosong," jelas dr. Eka.


Pemprov NTB lanjut dr. Eka telah memesan reagen tersebut di Jakarta dan dalam perjalanan darat menuju NTB. "Reagen sudah dibeli sekarang dalam perjalanan darat dari Jakarta karena tidak ada pesawat cargo ke Lombok," tutur dr. Eka.

Meski ketersediaan salah satu reagen di RSUP NTB stok nya habis, namun lanjut Kadikes pemeriksaan RNA pasien covid-19 tetap di lakukan di STP Sumbawa dan RS Unram meski dengan kapasitas terbatas.

Di kutip dari Wikiledia Reagen adalah Pereaksi kimia, reaktan, atau reagen (Bahasa Inggris: reactant atau reagent) adalah bahan yang menyebabkan atau dikonsumsi dalam suatu reaksi kimia.

Sebagai contoh, asam klorida adalah sebuah pereaksi yang bereaksi dengan logam seng menghasilkan hidrogen, atau bereaksi dengan kalsium karbonat menghasilkan karbon dioksida.


Istilah reagen juga digunakan untuk menunjuk pada zat kimia dengan kemurnian yang cukup untuk sebuah analisis atau percobaan. Sebagai contoh, sebuah reagen air tidak boleh mengandung banyak ketidakmurnian seperti ion natrium, klorida, atau bakteri, dan juga memiliki tahanan listrik yang tinggi.

Harga reagen untuk pemeriksaan RNA terbilang sangat mahal. Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Windra Woworuntu mengatakan, harga reagen corona cukup mahal. "Berapa uang yang harus disiapkan untuk pemeriksaan? Biaya untuk reagennya mencapai Rp 1 miliar," kata Windra di kantornya, Jakarta, Kamis (6/2) seperti di kutip dari Katadata. Meski mahal pemerintah tetap mengupayakan ketersediaan reagen ini untuk tetap melakukan pemeriksaan RNA pasien covid-19 menggunakan rt-PCR.

Dikutip dari Tribunnews Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsma TNI Jorry S Koloay mengungkapkan pemerintah mulai mendistribusikan reagen yang dibutuhkan untuk pemeriksaan corona dengan menggunakan metode PCR.

Mulai Kamis (30/4/2020), pemerintah mendistribusikan reagen ke sembilan provinsi.

"Kemudian pada hari ini juga sudah mulai didistribusikan untuk reagen PCR dan RNA untuk distribusi ke 9 provinsi. Hari ini sudah yaitu Reagen PCR berjumlah 67.000, kemudian Reagen RNA 92.500," ujar Jorry di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (30/4/2020).(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini