-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kota Mataram Resmi Menerapkan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan

    , Wednesday, May 06, 2020 WIB Last Updated 2020-05-06T09:15:06Z
    Walikota Mataram Ahyar meresmikan pencanangan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL) 

    Mataram (postkotantb.com)- Tawaran Pemprov NTB kepada Pemerintah Kota Mataram untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tampak nya tidak terujud.

    Walikota Mataram Ahyar Abduh bersama Wakil Walikota Mataram Mohan Roliskana meresmikan penerapan  Penanganan Covid-19 Berbasil Lingkungan (PCBL) di pendopo Walikota Mataram, Rabu (6/5).

    Hadir dalam pencanangan PCBL ini Danrem 162/WB Kolonel Czi Rizal Ramdhani, Fokopimda, Kepala OPD, Camat, Lurah dan perwakilan lingkungan se Kota Mataram.

    Ahyar mengatakan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan di lakukan secara bertahap dan serentak di seluruh Lingkungan Se-Kota Mataram.

    "ini semua kami lakukan sebagai ikhtiar kami memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di mulai dari lingkungan masing-masing, kami mengaharap kesadaran dan peran aktif kita semua untuk perang melawan covid-19 dengan cara patuhi himbauan pemerintah dan patuhi protokol penangan dan pencegahannya," ujarnya dalam sambutannya.


    Peresmian PCBL ini di tandai dengan penyerahan sejumlah alat pendukung pencegahan covid-19 seperti thermogun, masker, handsinitizer, bak untuk mencuci tangan dan lainnya kepada perwakilan 325 kepala lingkungan se-Kota Mataram.

    Ahyar berharap dengan penerapan PCBL tersebut masyarakat akan terbiasa menerapkan protokol penangan COVID-19, serta menjaga kebersihan dan kesehatannya. Iapun meminta kepala lingkungan bersama warga kompak melaporkan jika ada warga lain yang keluar masuk di lingkungannya.

    Bagi warga lain atau tamu yang masuk ke dalam lingkungan agar di periksa suhu tubuh, mencuci tangan serta memakai masker dan tercatat identitasnya. Ahyar juga meminta warga yang tidak berkepentingan ke suatu lingkungan untuk tidak bertamu.

    "Kalau tidak ada yang penting dan mendesak sebaiknya, jangan ada penduduk luar yang masuk. Begitu juga sebaliknya, jika tidak penting lebih baik diam di rumah," katanya.

    Pemkot Mataram sendiri mengalokasikan anggaran 135 Milyar rupiah untuk penanganan covid-19. Anggaran ini selain untuk membantu warga terdampak dengan menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial juga untuk membeli sejumlah peralatan pencegahan covid-19.(RZ)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini