-->

Najmul Akhyar Klarifikasi Penutupan Puskesmas Kayangan

, Monday, July 20, 2020 WIB Last Updated 2020-08-17T16:21:04Z


Lombok Utara (postkotantb.com)- Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan foto penutupan Pelayanan Puskesmas Kayangan, Lombok Utara. Penutupan Puskesmas itu itu disandingkan dengan foto surat protes para pegawai dan staf setempat.
Seperti diketahui, surat protes dari staf puskesmas yang diunggah melalui laman facebook tersebut berisi permintaan uang insentif Nakes, penambahan jumlah tenaga dokter, serta penagihan honor lelah dalam penanganan covid-19.

Setelah menjadi polemik di dunia maya, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar SH., MH., kemudian memberikan klarifikasi. Gambar disertai keterangan penutupan fasilitas kesehatan karena surat protes itu tidak benar. Situasi sebenarnya yakni, semua pegawai menjalani Rapid Test sehingga ditutup lebih awal.

“Laporan yang saya terima dari Dinas Kesehatan, bahwa Puskesmas Kayangan sedang melakukan rapid test sehingga kerjanya setengah hari” tegasnya, saat Konfrensi Pers di Tanjung, Senin (20/07).

Sementara mengenai surat protes soal insentif itu, Bupati meragukan keabsahannya. Apalagi surat itu tidak dibubuhi tanda tangan.

“Adanya surat yang beredar, kita tidak tahu kebenarannya, karena tidak ada tandatangan. Kemudian yang kedua itu hanya ada tertanda staf PKM Kayangan,” Jelas dia.
Dengan kesimpangsiuran yang menjadi polemik ini, Bupati berharap, surat tersebut bukanlah menjadi alasan penutupan layanan Puskesmas. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini