-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    English Camp, Karya Inspiratif atasi Pandemi

    , Monday, October 26, 2020 WIB Last Updated 2020-10-26T12:15:16Z

    English Camp, tidak hanya wadah kursus, tapi menjembatani pelatihan SDM Lokal demi peningkatan kondisi perekonomian.

    Sumbawa (postkotantb.com)- Ruang gerak terbatas di masa pandemi Korona, berpengaruh terhadap lajur perekonomian di Kabupaten Sumbawa. Namun Demikian, tidak mematahkan semangat Fahmi Budi Raharjo untuk berusaha membangun ekonomi dan SDM di Sumbawa. 


    Dengan keberadaan PT. Pamanto Samalas Indonesia (PSI) dan Yayasan Samalas Nusantara Indonesia di kabupaten tersebut, dia Mengajak masyarakat Sumbawa berperan sesuai Nawacita Presiden RI.


    Diantaranya, pembentukan wadah English Camp dalam konteks multimanfaat. Pembentukan wadah ini terinspirasi dari latar belakang dan cita-cita untuk membuka lapangan kerja melalui sistem padat karya demi mendorong tenaga lokal agar memiliki kemampuan untuk bersaing.


    "Cita-cita itulah sekaligus menjadi embrio English Camp. Upaya skala prioritas kami adalah peningkatan SDM,'"ujar Fahmi, dikediamannya Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Senin (26/10).


    Kata dia, Formulasi pendidikan non formal, diakui memang menjadi bagian dari tindakan nyata wadah ini. Kendati demikian, jelas dia, English Camp tidak hanya sebagai wadah kursus. English Camp akan bergerak di sektor pemanfaatan lahan sempit, menjadi lahan produktif. Kemudian Budi daya lele, dengan sistem Akua ponik  dan Bioflok.


    "Disamping pendidikan, kami berusaha memberi ruang bekerja bagi tenaga lokal,"imbuh pria yang juga sebagai CEO PT. PSI ini.



    Disisi lain, lanjut dia,  pemanfaatan isi hutan termasuk Holtikultura (Apotik Hidup) berupa madu di kelola menjadi prodak madu Samalohony, diyakini berkhasiat untuk menambah stamina. Selain itu, lanjut dia, pihaknya merambah ke sektor pemanfaatan tanaman herbal, ektrasi madu, cacing tanah, jahe merah, serai, kayu manis, secang, kapulaga, Ades manis dan pedas. 


    Tanaman tersebut akan menghasilkan produk jamu herbal berkhasiat menjaga daya tahan tubuh, serta bermanfaat bagi penderita hepatitis. Menurut rencana, produk tersebut diberi merk, Imun Booster.


    "Peluang pasar untuk pemanfaatn isi hutan, masih terbuka lebar,"terangnya.


    Khusus budidaya lele, pihaknya mensiasati pakan dengan penangkaran Maggot Black  Soldier Fly (BSF). Hewan sejenis lalat ini, dapat memberikan kontribusi pakan yang sangat menguntungkan peternak lele. Di samping sederhana, BSF dapat menekan pengeluaran para petani.


    "Lele yang dipanen berkualitad dan menghasilkan protein dan gizi  di samping mengadung omega 3 membantu perkembangan otak,"cetusnya.


    Dia berharap, pemerintah daerah dapat mendukung usaha tersebut,melalui bantuan fasilitas pendukung, terutama pembangunan Laboratorium penelitian.(well)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini