IKA Pascasarjana Unram, Dorong Terciptanya Pilkada Sehat & Demokratis

Ketua Ika Pascasarjana Unram Sigap saat memberi sambuatan saat Acara Seminar Kebijakan & Tantangan Ekonomi Regional di Gedung Dome Unram beberapa waktu lalu

Mataram (postkotantb.com)- Pesta Demokrasi tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi NTB sebentar lagi tinggal menghitung hari. Berbagai dinamika berkembang ditengah masyarakat menyikapi pelaksanaan pilkada tersebut. 


Ketua Umum Alumni Pascasarjana Unram, Sigap mengatakan Pilkada saat ini berbeda dari Pilkada sebelumnya, sehingga Model Polarisasi & Pendekatan politiknyapun juga berbeda. Berpilkada ditengah merebaknya Pandemi Covid 19 membuat penyelenggara & pihak keamanan bekerja lebih extra dengan diikuti oleh instrumen serta regulasi yang telah ditetapkan


KPU, Bawaslu dan pihak keamanan serta masyarakat di dorong untuk terus mengawal komitmen bersama dalam menciptakan Pilkada Sehat & Demokratis. "Kita semua tidak boleh lengah dari potensi munculnya Cluster Pilkada dari Pandemi Covid 19 ini demi kebaikan kita bersama," kata Sigap.


Pelaksanaan tahapan pilkada sampai saat ini ujar Sigap berjalan cukup baik. Penerapan protokol covid-19 dalam setiap tahapan juga masih dilakukan. Selain itu kinerja aparat kepolisian dalam meredam potensi terjadinya konflik antar pendukung juga patut mendapatkan apresiasi. 



"Pantauan kami, progres pelaksanaan tahapan Pilkada di NTB telah berjalan sangat baik, hal ini tidak lepas dari Kinerja Kepolisian & TNI di lapangan yang terus melakukan upaya-upaya Preventif dalam mencegah terjadinya potensi penularan Covid-19 dan potensi-potensi konflik ditengah masyarakat," papar Sigap. 


Sigap juga meminta KPU untuk menyediakan fasilitas pendukung protokol kesehatan covid-19. "KPU sebagai pelaksana diharapkan mampu memastikan Kenyamanan pemilih di TPS, terutama ketersediaan Instrumen Pendukung untuk Covid 19 ini. Dan Bawaslu disamping melakukan pengawasan, juga diharapkan menjadi agen edukasi & sosialisasi Protokol Covid 19 di tingkat TPS," harap Sigap. 


Sigap juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak Golput. Selain itu Sigap juga berharap angka Golput tidak mencapai 30 hingga 40 persen. "Himbauan kami untuk masyarakat di Kabupaten/Kota yang berpilkada, mari menggunakan hak pilih dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan Covid 19, hindari Money Politik dan Jadikan Pilkada ini sebagai momentum mencintai & menghargai Perbedaan," pungkas Sigap.(RZ)