Libur Pasca Semester, SMA 1 Janapria Tetap Berlakukan Proses Belajar Daring

Kepala SMA 1 Janapria Loteng H. Wildan menegaskan meski liburan semester pihak sekolah tetap memantau proses kegiatan belajar mengajar secara daring

Praya (postkotantb.com)- Libur sekolah ditingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) pasca semester, tinggal menghitung hari. Sejumlah sekolah memiliki cara sendiri dalam memanfaatkan masa libur tersebut, ada sekolah yang tidak memprogramkan apapun, ada juga sekolah yang memanfaatkan masa libur dengan hal hal yang bernuansa positif.


Seperti halnya dengan SMAN 1 Janapria Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng), sekolah yang ada di pinggiran atau perbatasan antara Lotim dengan Loteng ini, di sekolah ini masa libur dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan dan pembinaan.


Kepala SMAN 1 Janapria Loteng H. Wildan mengatakan, para guru selalu mencari cara apapun, dalam memberikan hal yang terbaik kepada peserta didik atau siswanya. Sebab yang terpatri dalam pemikiran seorang guru adalah, bagaimana caranya mencerdaskan mereka, sehingga kelak menjadi insan yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, agama dan negara.


"Saat libur pun siswa tetap kita akan pantau dan malah pendidikan pun, tetap kita lakukan," katanya di ruang kerjanya Selasa (15/12).


Untuk pendidikan di masa libur, nantinya modelnya tidak sama dengan sistem pendidikan saat aktif.


Ia mencontohkan, masing masing guru melalui wali kelasnya, sudah diminta untuk memetakan siswa yang nilainya belum memenuhi target dimasing-masing Mata Pelajaran (Mapel). Siswa yang memiliki nilai dibawah rata rata pada masing-masing mapel, guru yang bersangkutan diminta untuk memberikan pendidikan secara daring atau tugas. Sehingga nantinya beberapa pelajaran yang belum memenuhi target atau tuntas, bisa diselesaikan saat pendidikan aktif.


Misalnya saja, dalam semester kemarin ada siswa yang mendapatkan nilai 74, yang semestinya harus tuntas 75, siswa tersebut masuk dalam daftar pembinaan lanjutan oleh guru, di pelajaran yang belum dituntaskan.



"Kami tak pungkiri, memang ada beberapa siswa yang belum tuntas dibeberapa mapel, seperti di mapel Fisika, Kimia dan Matematika. Dan kami sudah minta ke masing masing wali kelas, untuk segera memerintahkan guru mapel tersebut untuk menjadwalkan pembinaan lewat daring ke siswa yang bersangkutan," ungkapnya.


Selain pembinaan pendidikan, pihaknya juga sudah membuatkan surat edaran yang nantinya akan dibagikan saat pembagian raport kepada wali siswa. Dimana dalam surat tersebut berisikan, agar orang tua siswa ikut membantu guru dalam mengawasi siswa atau anaknya selama masa libur.


"Saya tidak sebut siswa kami ada yang berbohong kepada orang tuanya, tapi dalam surat itu kita permaklumkan kalau tidak ada proses pendidikan atau program apapun di sekolah selama libur, sehingga tidak ada alasan siswa tersebut jika ingin berpergian dengan alasan mau ke sekolah," jelasnya.


Sedangkan libur sekolah pasca semester, dimulai dari tanggal 19 dan masuk tanggal 4 Januari 2021 mendatang.


Selanjutnya masalah pendidikan tahun 2021 juklak dan juknis masih menunggu, namun pihaknya bersama guru selama libur, akan mencoba membahas persiapan menyambut pendidikan 2021, dan berharap apa yang menjadi persiapan yang akan dibentuk, sesuai dengan aturan yang akan diberlakukan.


"Juklak dan juknis pendidikan tahun 2021 memang kita masih menunggu, namun tetap kita secara internal akan siapkan langkah dan semoga sesuai dengan lahiran juklak juknis," harapnya. (ap)