Mori: HBK Dukung Pemberdayaan Petani Jamur dan Kangkung

Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi mewakili HBK membagikan bantuan untuk petani

Mataram (postkotantb.com)-Bantuan hibah dana dan dua mesin air untuk Koperasi syariah Kontak Tani Nelayan Andalan Kota Mataram Rp 100 juta dan Koperasi Syariah Kekalek Lestari Bersatu Rp 100 juta. 


"Bantuan ini atensi khusus dari Bapak Bambang Kristiono. Semoga benar-benar membantu petani," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H Mori Hanafi, Kamis (24/12).


Dijelaskan, meski Haji Bambang Kristiono (HBK) berada di Komisi I DPR RI, tidak menyurutkan perhatian kepada petani. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Indonesia kepada Menteri Pertahanan H Prabowo Subianto untuk membangun ketahanan pangan atau food estate.


"Partai Gerindra mendukung penuh sektor pertanian. Apalagi saya lihat kelompok tani ini sudah berjalan bagus," sambungnya.


Mori mengatakan, dana aspirasi untuk koperasi ini akan menjadi dana bergulir yang digunakan untuk pengembangan budidaya kangkung dan jamur. Kedua komoditi ini dinilai strategis oleh petani. Meski ekonomi terpuruk karena covid 19, terbukti daya beli jamur dan kangkung tidak terganggu.


"Pertanian ini saya lihat tidak terganggu. Seperti di Bima petani bawang omzetnya tetap bagus," ucapnya.


Lebih jauh, ia berharap petani di Kota Mataram memanfaatkan bantuan dari HBK Peduli secara produktif. Sehingga budidaya jamur dan kangkung terus ditingkatkan. Perlu juga untuk meningkatkan nilai tambah, jamur tidak hanya dijual mentah. Diolah menjadi keripik jamur dan olahan lainnya. Sementara kangkung Lombok yang dikenal khas, bisa dikemas lebih menarik sehingga masuk di swalayan atau toko modern.


"Keinginan Bapak HBK, kedepan kelompok petani jamur dan petani kangkung melebarkan sayap ke kabupaten/kota yang lain, menularkan pola budidaya yang telah berjalan baik di Kota Mataram. Dengan begitu masyarakat tidak malu melirik sektor pertanian yang masih potensial ini," tegasnya.


Perwakilan Petani Jamur Ki Agus Ahmad Ahsan mengatakan, potensi jamur di Kota Mataram masih cukup tinggi. Sehari untuk jamur terjual antara 30-40 kilo. Kebutuhan di Kota Mataram sehari bisa 500 kilo. Begitu pula dengan kebutuhan kangkung.


"Selama ini kebutuhan kota didukung oleh Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara. Potensi kita masih besar," katanya.


Dikatakan, bantuan ini selanjutnya digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi. Kelompok jamur dan kelompok kangkung akan memperluas rumah jamur dan luasan lahan sewa pertanian kangkung. 


"Para petani akan meminjam dana di koperasi dari dana hibah. Jadi, uangnya untuk produktif bukan konsumtif," tandasnya.


Ki Agus Ahmad mengucapkan terima kasih atas kepedulian Partai Gerindra terhadap petani jamur dan kangkung di Kota Mataram, bagi kelompok petani ini pertama kami mereka terima dari HBK Peduli. 


"Selama ini kedua sektor ini belum mendapat atensi penuh dari pemerintah, meski sektor ini potensial. Terbukti sektor pertanian tetap kokoh di kondisi ekonomi yang sulit," tandasnya.


Acara penyerahan bantuan dana dan mesin air ini juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi NTB dari Partai Gerindra Abdul Thalib. Politisi Dapil Sumbawa ini berharap, petani jamur dan petani kangkung bisa kembangkan ini di Kabupaten Sumbawa.


Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli memberi apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada petani jamur dan petani kangkung.(RZ)