NTB Siapkan Skema Hadapi Bencana Tanah Longsor dan Hujan Lebat

Dalam rapat kordinasi antara BPBD NTB bersama Asisten III Setda NTB dan stake holder, Pemprov NTB siapkan skema penanganan bencana Hidrometeorologi

Mataram (postkotantb.com)- Fenomena bencana Hidrometeorologi hampir setiap tahun terjadi di Provinsi NTB. Bencana tersebut menyebabkan banyak kerugian, sehingga diperlukan sinergitas dan kolaborasi antar stakeholders untuk sama – sama mengurangi dampak dari bencana ini.


Seperti yang disampaikan Asisten (III) Administrasi dan Umum Setda Pemprov NTB,  Drs. H. Lalu Syafi’I, M.M., bahwa bencana ini merupakan bencana musiman disetiap tahunnya. 


“Yang harus kita lakukan adalah bersinergi agar dapat memberikan manfaat yang besar untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena musibah, karena ini adalah musibah musiman yang setiap tahunnya kita terus perkuat sinergi,” tuturnya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencanan Hidrometeorologi, yang berlangsung di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin (14/12). 


Senada dengan Asisten III, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT Juga mengharapkan kolaborasi untuk menghimpun kekuatan menghadapi bencana ini. 


“Saat ini kolaborasi sangat penting untuk menciptakan kekuatan menghadapi kondisi kedepan, karena curah hujan saat ini berada di atas normal sehingga kita harus mempersiapkan diri dengan kondisi upnormal,” ujarnya. 


Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB diperkirakan akhir Desember menuju Januari hingga Februari akan terjadinya curah hujan yang cukup tinggi. 


“Dampak dari curah hujan yang cukup tinggi akan terjadinya banjir dan tanah longsor, sehingga dalam koordinasi saat ini kami membuat kekuatan seluruh stakeholders yang berkaitan untuk bersama – sama bertanggungjawab,” tuturnya.


Dalam rapat koordinasi ini juga membahas mengenai Sumber Daya Manusia yang nanti akan turun langsung seperti relawan, pemilihan bahan dan peralatan yang diperlukan saat bencana terjadi dan beberapa lokasi yang akan dituju. 


“Sehingga kita tahu kedepan ketika bencana terjadi, maka kita sudah memiliki persiapan yang matang untuk segera menghadapinya. Harapan kedepan kita dapat mengurangi resiko kemungkinan yang terjadi,” tutupnya. (RZ)