Partisiapasi Pemilih Dibawah Target Nasional, KPU Loteng Dinilai Gagal

L. Darmawan: Kami sudah lakukan tahapan pemilu sesuai aturan


Ketua LSM Lidik Sahabudin menilai KPU Loteng kurang menggelar sosialisasi sehingga angka partisipasi pemilih jauh di bawah target nasional

Praya (postkotantb.com)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng), belum mampu memenuhi target Nasional dalam partisipasi pemilih. Dimana target Nasional 77,5 persen, namun KPU mampu memenuhi target 71,16 persen.


Ketua LSM Lidik NTB Sahabuddin mengatakan, tingkat partisipasi pemilih sangat rendah, dan itu tentunya disebabkan KPU kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam sosialisasi ke masyarakat.


"Bagaimana bisa memenuhi target, sosialisasi saja masih setengah setengah, jadi wajar jika tidak memenuhi target Nasional," kata pentolan LSM Loteng yang biasa dipanggil citung.


Hal senada juga dikatakan Direktur Lombok Update lembaga pemerhati kebijakan publik M. Samsul Qomar. Ia mengaku merujuk pada aturan Nasional, tentu belum bisa di katakan berhasil malah pihaknya menilai KPU Loteng gagal.


Direktur Lombok Update Samsul Qomar juga sependapat KPU Loteng kurang masif dalam mensosialisasi Pilkada di Lombok Tengah

Kendati disisi lain, kondisi pandemi, ini memiliki pengaruh besar terhadap tahapan pilkada, namun pihaknya melihat secara obyektif bahwa pilkada sangat terbatas dan susah, mestinya KPU sebagai penyelenggara jauh hari melakukan antisipasi dengan sosialisasi dengan pola lain, yang bisa meningkatkan peran serta pemilih.


"Dalam kondisi seperti ini, KPU mestinya harus cerdas, sosialisasi seperti apa yang cocok di terapkan, sehingga mampu meningkatkan peran serta pemilih," katanya.


Dikatakan, jika di bandingkan Pilgub 2017 lalu tentu angka 71,16 persen merupakan penurunan dan ini sebuah koreksi bersama untuk KPUD Loteng ke depan, meski banyak faktor penyebabnya namun jika bicara target nasional, KPU Loteng gagal.


"Kendati gagal, namun kita harus bersyukur Pilkada berjalan aman, meski banyak kekurangan terutama kinerja Bawaslu yang sangat kurang dan jauh dari kepuasan publik, justru ini harus menjadi catatan bagi Komisioner ke depan. Di Bawaslu sendiri saya melihat  hanya Baiq Husna Wati saja yang  professional dan responsif sisanya saya belum melihat kinerja yang baik, meski begitu anggaplah ini pengalaman buruk bagi penyelenggara kita di Loteng," Katanya panjang



Sementara itu ketua KPU Loteng Lalu Darmawan mengakui kalau tingkat partisipasi pemilih, belum mampu memenuhi target Nasional, yakni 77,5 persen dan mampu sampai 71,16 persen.


"Kami akui belum mampu memenuhi target Nasional," katanya.


Ketua KPU Loteng Lalu Darmawan mengakui angka partisipasi pemilih di bawah target nasional

Belum terpenuhinya target Nasional lanjutnya, bukan berarti KPU lalai dalam melaksanakan tugasnya. Sebab semua tahapan pemilu sudah ia lakukan, mulai dari sosialisasi pasangan calon dimasing-masing Kecamatan  se Loteng. 


"Yang jelas kami sudah bekerja sesuai aturan, persoalan tidak memenuhi target itu urusan lain," ungkapnya.


Selain sosialisasi ke kecamatan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi atau pengumuman di masing masing media. Sehingga beberapa tahapan mensukseskan pilkada, sudah ia lakukan.


Dijelaskan, adapun hasil rekap di setiap kecamatan yakni, Kecamatan Praya 79,18 persen, Praya Tengah 72,81 persen, Kopang 67,33 persen, Janapria 71,11 persen,  Praya Timur 78,83 persen, Pujut 75,17 persen, Praya Barat 69,99,  Praya Barat Daya 64,32, Jonggat 67,79, Pringgarata 67,72 persen, Batukliang 66,0 persen dan di Batukliang Utara 69,23 persen. (ap)