Hultah Ke-XVI, FIK Evaluasi Pengabdian Untuk Bangsa

Dekan FIK UNW Mataram, Lale Yaqutunnafis, S. Sos dalam penyampaian sambutan di acara peringatan Hultah Ke XVI

Mataram (postkotantb.com) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Hultah) Ke XVI Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, banyak aspek yang dapat dijadikan barometer.

Khususnya upaya pencapaian target dalam mensukseskan para alumni FIK. Saat ini banyak alumni dari fakuktas ini mengabdi untuk kemajuan bangsa. Penyelenggaraan Hutlah FIK kali ini mengusung tema, Mengabdi demi kemajuan IMTAQ dan IMTEK bangsa.

"Fakultas ini anak bungsu dari sejumlah fakultas di UNW Mataram. Sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, banyak Generasi profesional telah kami cetak dan sukses," ungkap Dekan FIK UNW Mataram, Lale Yaqutunnafis, S. Sos dalam penyampaian sambutan di acara peringatan Hultah Ke XVI di Halaman Gedung FIK, Sabtu (16/1).

Menurutnya, Hultah tidak sekedar euforia. Peringatan ini sebagai wujud rasa syukur, karena selama 14 tahun, masyarakat masih memberikan kepercayaan untuk mendidik mahasiswa agar menjadi generasi religius, bermutu, berbudaya, berdaya saing nasional dan internasional.

Sebaliknya Lale berpesan agar para dosen pengajar, senantiasa terbuka dalam berbagi ilmu pengetahuan dengan mahasiswa fakultas ini. "Supaya mereka lebih kompeten dalam berbaur serta mengabdikan diri kepada masyarakat," harapnya.

Perayaan Hutlah ini dirangkaikan dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Tenaga Kesehatan Diploma Tiga (D3). Dalam perayaan Hultah ini para dosen perintis serta dosen berprestasi diberikan penghargaan atas dedikasi serta loyalitas selama mengabdi.

Terpisah, Rektor UNW Mataram, Dr. H. Lalu Muhyi Abidin, MA., memberikan apresiasi terhadap perjuangan FIK dalam mencetak alumni D3 yang berkualitas. Hal demikian membuktikan, FIK merupakan fakultas yang produktif dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa.

PENGABDIAN: selama 14 tahun mengabdi, UNW Mataram banyak melahirkan alumni berkualitas

"Banyak sekali alumni di beberapa tempat, baik swasta maupun negeri. Ini pertanda bahwa fakultas ini memiliki mutu dan kualitas yang baik. Sehingga diterima oleh masyarakat," katanya.

Ke depan, jelas Muhyi, pihaknya berkomitmen akan melengkapi beberapa hal yang dibutuhkan guna mendorong kemajuan Fakultas tersebut. Baik sarana dan prasarana, fasilitas, maupun sisi penataan administrasi.

"Kami hampir tidak menemukan kekurangan yang menjadi kendala bagi kemajuan fakultas ini. Namun ada beberapa hal kecil yang mungkin terabaikan. Itu yang harus kami benahi untuk meningkatkan akreditasi," imbuhnya.

Sebaliknya, rektor muda ini kecewa terhadap tim asesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai tim penilai jurusan Farmasi di FIK. Penilaian tim tersebut tanpa disertai pertimbangan. Sehingga jurusan farmasi belum mengalami peningkatan status akreditasi.

"Saya kecewa sekali. Mungkin mereka menyamakan standar UNW Mataram dengan ITB yang sudah internasional. Semestinya mereka lebih mengutamakan aspek moralitas. Saya tidak mengatakan mereka tidak bermoral ya," cetusnya.

"Penilaian akreditasi tidak hanya mengukur universitas dan program studi. Tetapi ini menyangkut masa depan mahasiswa sebagai generasi bangsa. Hitung-hitungan dari pihak lain menyatakan penilaian universitas kami sudah tinggi," sambungnya.

Kendati demikian, persoalan akreditasi tidak menjadi kendala terhadap kualitas mahasiswa. Banyak dari alumni UNW Mataram yang sukses mengabdi sebagai aparatur sipil negara. "Syukurnya masyarakat masih melihat kualitas bukan formalitas. Inilah yang semestinya dipertimbangkan tim asesor," tutupnya.(RIN)