KPPN Sosialisasikan Alur Potongan Gaji Honorer

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Loteng, H. Muliadi, mengatakan,

SOSIALISASI: Pegawai KPPN NTB saat sosialisasi Perpres 64 di jajaran kepala MTs di Ponpes Taklimusibyan NU Bonder.
SOSIALISASI: Pegawai KPPN NTB saat sosialisasi Perpres 64 di jajaran kepala MTs di Ponpes Taklimusibyan NU Bonder.

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) NTB mensosialisasi perpres 64 tahun 2020 dengan mempresentasikan materi tentang mekanisme pencairan dana APBN termasuk insentif guru madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah.

Kepada kepala madrasah tsanawiyah negeri dan swasta se Loteng, Aisyah perwakilan KPPN NTB Aisyah mengatakan, semua potongan dalam insentif guru honorer dilakukan sesuai prosedur.  

Dikatakan, proses pencairan anggaran negara termasuk dana sertifikasi dan insentif, dengan berbagai alurnya. Itu di proses melalui pengelolaan keuangan, bahwa satker kemenag dan instansi lainnya tidak memegang uang melainkan hanya memegang angka. Artinya uang tersebut masih utuh di kas negara.

"Tidak ada anggaran yang dipegang oleh instansi, termasuk Kantor Kemenag Loteng, sebab semua pembayaran khususnya sertifikasi dan insentif guru, tersimpan di kas negara," paparnya.

Dana tersebut lanjutnya, baru bisa dikeluarkan jika ada permintaan dan dinilai benar oleh pihak KPPN, barulah bisa dikeluarkan. Hal itu tidak semerta-merta harus diterima oleh instansi bersangkutan atau kemenag, melainkan dicairkan langsung ke rekening masing masing penerima.

"Setelah kita setujui, bukan langsung kita serahkan langsung ke pihak instansi atau pun kemenag, namun kita cairkan ke rekening penerima masing masing, termasuk ke guru sertifikasi ataupun insentif guru," jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Loteng, H. Muliadi, mengatakan, sosialisasi itu dilakukan untuk memberi penjelasan kepada kepala madrasah.

Setelah dapat sosialisasi, masing masing kepala madrasah dapat mengumpulkan berkas nama nama guru yang tercatat menerima program sertifikasi ataupun insentif guru.

Kepala Kantor Kemenag Loteng H. Zamroni Aziz mengatakan, urusan madrasah atau urusan di bawah kemenag, pihaknya siap 24 jam melayani. (AP)