Muslimat NW Sebut Polres Loteng Tak Bertaji

Kasus Perusakan Papan Nama BIZAM

BIZAM: Ketua Logis NTB, Fihiruddin (kiri), Ketua Muslimat NW, Lale Syifaunufus (Tengah), Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho (Kanan)

Lombok Tengah (Postkotantb.com)-Kecaman terhadap aksi perusakan papan nama BIZAM disampaikan Ketua Pimpinan Pusat  Muslimat NW Lale Syifaunufus. Bahkan Lale menyebut Polres Lombok Tengah tak ‘’bertaji’’ menghadapi aksi perusakan itu.


Pasalnya perusakan dilakukan oleh sejumlah orang di depan sejumlah aparat kepolisian dan terkesan dilakukan pembiaran.


"Saya lihat sendiri di sejumlah video yang beredar. Kalau perusakan dilakukan oleh sekelompok orang di depan aparat namun kenapa tidak ditindak," tegas Lale, Sabtu (2/1)


Mestinya, lanjut Lale, ketika tindakan yang masuk ranah pidana itu terjadi, polisi saat itu sedang berada di tempat harus bertindak, sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai penegak hukum, bukan sebaliknya dibiarkan, seperti di video yang beredar.


"Saya kesal melihat kelakuan aparat polisi yang membiarkan perusakan di depan matanya, seolah olah mereka tak punya taji," tegasnya.



Pihaknya menilai kepolisian, dalam hal ini Kapolres Loteng telah gagal mengawal SK pergantian nama bandara yang telah dikeluarkan oleh pusat. "Kapolres Loteng yang tidak tegas, sebaiknya diganti saja," ujarnya.


Terpisah, Direktur Lombok Global Institut, Fihiruddin menyorot tindakan pengamanan saat pemasangan nama dan pascapemasangan. Fihir menyebut pengamanan yang minim tidak sesuai dengan standar operasional prosedur pengamanan. 


"Polisi yang ada di lokasi menurut beberapa saksi mata dan di video yang beredar, malah terlihat menonton dan tidak ada upaya menghalangi mereka yang sedang merusak. Anehnya juga kok ada fasilitas untuk naik ke atas pintu masuk bandara yang sudah tersedia seperti tangga yang untuk naik ke papan nama BIZAM, lalu siapa yang siapkan tangga secepat itu," tanya Fihir.


"Kapolres Loteng saat ini tidak tegas, dan tak layak jadi kapolres sebaiknya diganti saja," ujar pentolan LSM di Loteng ini.


Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho dikonfirmasi via whatsapp mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap aksi tersebut. "Kita sedang laksanakan penyelidikan atas kejadian tersebut," katanya singkat. (ap)