STIPark Targetkan 100 Wirausahawan Baru

Awal 2021 UPTD Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB mengundang 200 calon wirausahawan mengikuti proses inkubasi tahap

PENGURUS: pengurus STIPark bersama para calon Wirausaha baru
PENGURUS: pengurus STIPark bersama para calon Wirausaha baru

 Peserta Disaring Lewat Inkubasi Tahap Pertama

Lombok Barat (postkotantb.com)- Awal 2021 UPTD Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB mengundang 200 calon wirausahawan mengikuti proses inkubasi tahap pertama.

Dalam proses inkubasi, calon wirausahawan ini akan mengikuti pelatihan, magang dan dibimbing untuk memilih sendiri jenis usaha yang akan digeluti. Dari proses itu, sebanyak 100 orang ditarget menjadi wirausahawan baru.

"Wirausahawan yang sudah mapan akan dilepas dan disebarkan di sejumlah kabupaten kota di NTB," ungkap Kepala Seksi Kerja sama Bisnis dan Eduwisata Teknologi STIPark, Lale Ira Amritasari, ST, Jumat (29/1).

Dikatakan, proses inkubasi calon wirausahawan baru akan  berbeda dari sebelumnya. Yakni dengan menerapkan pola pembagian zona. Para peserta inkubasi akan dibimbing secara terpisah di empat lokasi yang telah terikat kemitraan.

Antara lain di STIPark, kemudian di Universitas Teknologi Sumbawa, STIE Bima yang sedang dalam proses verifikasi dan terakhir, Universitas Hamzawadhi Lombok Timur.

Masing-masing dari universitas ini telah memiliki program studi kewirausahaan dan sudah tercatat sebagai mitra kerja.

"Petunjuk pelaksanaan dan teknis sistem zonasi sedang kami susun. Karena mengikuti protokol kesehatan. Tujuannya supaya tidak ada penumpukan jumlah yang menyebabkan kerumunan," imbuhnya.

Dia menyebut, sampai saat ini STIPark memiliki 163 perusahaan kemitraan dengan rincian, 56 dengan IKM permesinan dan 76 IKM pengolahan. Sebagiannya terverifikasi langsung dan sebagian lagi melalui website STIPark NTB.

"Tapi biasanya kami tetap melakukan verifikasi kembali secara langsung," imbuhnya.

Sebaliknya, lanjut dia, pencapaian target tahun 2020 belum maksimal. Salah satunya di Divisi pra inkubasi sekolah wirausaha dengan target 1000 orang. Capain hanya sebesar dua persen atau sekitar 20 orang ikut pra inkubasi. Kemudian 100 tenant bidang permesinan,  olahan, IT dan industri kreatif. Capaian hanya lima persen atau lima tenan.

Rendahnya capaian tersebut disebabkan gedung dan sarana penunjang lainnya tidak dapat teralisasi, karena refocusing anggaran akibat Covid-19. Sedangkan inovasi dan pengembangan teknologi dengan target 1000 prototipe permesinan, olahan, IT dan industri kreatif. Kata dia, capaian hanya 15 persen atau sebanyak 150 prototipe Rendahnya capaian target disebabkan refocusing anggaran kegiatan.

"Yang kami takuti itu soal pemangkasan anggaran. Tahun kemarin saja, kami mengalami refocusing anggaran sangat besar. Dari sekitar Rp. 6 milliar, dipangkas menjadi Rp. 1,1 milliar. Gedung B1 M1 tidak bisa dibangun dan kegiatan pelatihan habis semua," jelasnya.

PELATIHAN: para peserta calon wirausaha baru angkatan pertama tengah mengikuti pelatihan di STIPark NTB tahun 2019
PELATIHAN: para peserta calon wirausaha baru angkatan pertama tengah mengikuti pelatihan di STIPark NTB tahun 2019

"Kami ke depan akan melaksanakan program kerja dengan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan. Karena tidak bisa juga kalau salah satu dari dua hal tidak jalan, bisa-bisa capaian program kerja kami akan semakin menurun dan tidak sesuai dengan programnya Pak Gubernur. Industrialisasi ini salah satu program pak gubernur," sambungnya.

Ketahanan Ekonomi
 
Ketua Komisi I DPRD provinsi NTB, Sirajuddin SH menilai, pandemi tidak menjadi persoalan bagi perkembangan industrialisasi di NTB. Karena, lanjut dia, program industrialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi domestik di tengah pandemi.

"Jadi ada dua hal yang menjadi fokus saat. Yaitu, bagaimana pemerintah menekan covid 19 dan yang kedua, bagaimana pemerintah dapat meningkatkan ketahanan ekonomi. Kan tidak ada turbulensi dari dua hal ini," paparnya.

Di sisi lain, jelas dia, dalam pelaksanaan industrialisasi pemerintah harus melihat sejumlah indikator. Pertama, nilai tambah dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kedua, rekruitmen tenaga kerja di sektor industri. Ketiga, efektifitas dan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat NTB dengan adanya program industrialisasi.

Karenanya, dewan mendukung STIPark NTB dalam membangun industrialisasi Domestik. Tidak menutup kemungkinan, dewan akan mengupayakan sejumlah bantuan untuk mendukung program kerja STIPark NTB.

"Seperti penganggaran untuk pembelian sepeda listrik atau bantuan dari sumber-sumber lainnya yang mendukung," jelasnya.

Selain itu, dia berharap unit tersebut melaksanakan pemerataan setiap produk yang dihasilkan.

"Karena NTB terbagi menjadi dua wilayah besar. Pulau Lombok dan Sumbawa. Sehingga dibutuhkan pemerataan," tutupnya.(RIN)