Lombok Tengah Menuju Kabupaten Layak Anak 2021

Kami sangat intens ingin meraih predikat KLA pada tahun 2021, untuk itu pembahasan Perda KLA terus dikawal supaya

 Lombok Tengah (postkotantb.com) – Kabupaten Lombok Tengah berpacu mewujudkan predikat KLA dengan menyusun Tim, tugas tim menjemput bola dengan intensif berkoordinasi memenuhi kriteria yang disyaratkan dalam form penilaian KLA, Rabu (17/02).

Foto bersama usai Monev KLA tahun 2021
Foto bersama usai Monev KLA tahun 2021

“Kami sangat intens ingin meraih predikat KLA pada tahun 2021, untuk itu pembahasan Perda KLA terus dikawal supaya segera disahkan DPRD,” Ujar Drs. H. Muliardi Yunus Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Lombok Tengah saat menerima tim monev provinsi.

“Saat ini kami intensif mensosialisasikan UU Nomor 16 tahun 2019 tentang Perkawinan, jangan sampai masyarakat menikahkan anaknya yang masih berusia dibawah 19 tahun,” lanjutnya.

Muliardi Yunus juga meminta Bappeda sebagai penentu arah pembangunan di Lombok Tengah untuk mengedepankan Perencanaan Pembangunan Responsif Gender (PPRD) yang sangat menentukan dalam aspek penilaian KLA.

Menanggapi pernyataan Muliardi Yunus, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB memberikan support dengan menyinggung kontrak kerjanya dengan gubernur.

“Kita tiap tahun menargetkan ada 2 kab./kota yang berpredikat KLA, sampai dengan 2023 semua kab/kota di NTB harus berpredikat KLA,” tegas Bunda Eny.

“Untuk mencapai target tersebut, saya mohon kabupaten/kota bekerja keras dan bersinergi dengan para pihak untuk meraih predikat tersebut,” pesan Bunda Eny lebih lanjut.

Selanjutnya disampaikan upaya perlindungan anak dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek pencegahan, pelayanan dan rehabilitasi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, keterlibatan lembaga, stakeholder, relawan dan masyarakat seperti LPA, PATBM, Puspaga sangat penting.

Komitmen provinsi dalam memberikan pendampingan kepada kabupaten juga disampaikan oleh IR. Dede Suhartini, M.Si. Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi NTB.
 
“Proses penyediaan sarpras oleh Lintas Sektor seperti ruang terbuka ramah anak, sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak dan sarana prasarana harus dikoordinasikan dengan baik,” Ujar Bunda Dede.

“Begitu juga dengan pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan dan sosial wajib dikomunikasikan dengan SKPD terkait,” pinta Bunda Dede kepada para undangan dari lintas sektor.

Mengakhiri kegiatan monev siang itu, Muliardi Yunus optimis dengan upaya keras dan terus menjaga motivasi daerahnya mampu meraih predikat KLA. Sedangkan tokoh masyarakat Desa Kuta meminta motivasi berupa kehadiran Gubernur/Bupati di tengah-tengah masyarakatnya supaya mempunyai merasa mendapat perhatian.(SFM)