PP Loteng Tuding Kejari Tak Punya Rasa Kemanusiaan

Kejari tak punya rasa kemanusiaan, telah menahan dua IRT beserta dua balita," kata ketua Pemuda Pancasila Loteng

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Pemuda Pancasila Lombok Tengah (Loteng), menuding kalau Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, tidak punya hati dan perasaan, serta kasih sayang terhadap anak.

Ketua pemuda Pancasila M. Samsul Qomar (kaca mata)
Ketua pemuda Pancasila M. Samsul Qomar (kaca mata)

"Kejari tak punya rasa kemanusiaan, telah menahan dua IRT beserta dua balita," kata ketua Pemuda Pancasila Loteng M. Samsul Qomar, Sabtu (20/02).

Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab jika Kejari Loteng punya rasa kemanusiaan, pasti akan berfikir panjang menahan dua IRT beserta anaknya yang masih berumur kurang dari dua tahun.

"Kalau sudah begini model aph kita, tak layak kita sebut manusia," tegasnya.

Dikatakan, kasus dugaan pengerusakan yang dilakukan oleh dua IRT terhadap gudang tembakau yang berakhir di tahanan, lebihnya lagi dua IRT tersebut memiliki dua anak yang juga ikut ditahan, itu sangat menyayat hati dan tidak perlu terjadi.

"Kami PP Loteng akan datang ke Kejari ganti kerugian perusahaan itu dan minta ibu serta anaknya di pulangkan atau tidak di tahan," tegas mantan wartawan senior Loteng ini.

Jika Jaksa bersikeras melanjutkan kasusnya silahkan saja tapi tidak ada penahanan terhadap para tersangka dan kami akan ganti kerugian perusahaan berupa genteng dan atap yang bocor.

Padahal kasus ini tentu ada asal muasal atau sebabnya tidak mungkin warga sekitar melakukan protes jika tidak ada yang salah dengan perusahaan tersebut. Pasti ada yang salah dan sudah lama di pendam oleh warga makanya terjadi aksi pelemparan itu dan tujuannya untuk protes bukan melukai orang atau melakukan pengerusakan.

Jika kasus di teruskan PP berharap majelis hakim membebaskan para terdakwa dengan tanpa syarat. Semoga hakim bisa memberikan kebebasan, jika syaratnya harus mengganti kita yang akan ganti rugi ke perusahaan tersebut. Di pihak lain, ada selentingan bahwa perusahaan itu tidak memiliki izin AMDAL dan lainnya.

"Kami akan telusuri kebenarannya jangan jangan karena ada pencemaran udara maupun yg lain warga mengeluh tapi tidak pernah di gubris oleh perusahaan, kita akan coba telusuri ke instansi terkait juga jika benar maka kita minta segera di tutup saja," Tandasnya.

"Kalau betul dia ga lengkapi izin dan sudah operasi ini juga kejahatan kami akan laporkan perusahaan ini jadi kita lihat dulu keabsahan izin yang di milikinya," sambungnya.

Kasus seperti ini menyita perhatian publik karena berkaitan dengan kemanusiaan, itu yang membuat banyak perhatian soal anak di bawah umur ibu ibu yang harusnya mengurus Rumah tangga dan keluarganya dan soal kerugian yang kecil serta maksud para pelaku yang sebenarnya tidak perlu sampai berujung ke tahanan. (AP)