SCI-FWLT Desak Pemkab Loteng Segera Bayar Insentif Nakes

Kami mendesak Pemkab Lombok Tengah untuk segera membayar insentif tenaga kesehatan. Mereka (Nakes,red) sudah bekerja dengan

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Tenaga Kesehatan (Nakes) Lombok Tengah (Loteng), tak kenal waktu terus memberikan penanganan terbaik, dalam melawan Covid-19.

Ditengah perjuangan nakes, malah Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng seolah olah, tak peduli dengan perjuangan para nakes, hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya insentif yang diberikan, sebagai mana aturan dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

Terkait lalainya Pemda memberikan hak para nakes, mendapatkan kritikan pedas dari Satgas Covid-19 Independent Forum Wartawan Lombok Tengah (SCI-FWLT).

Dalam pers rilisnya ketua SCI FWLT Akhmad Said mendesak Pemda Loteng, tuntaskan kewajibannya kepada para nakes, mengingat beratnya tugas dan risiko Nakes selama bertugas menanangi pasien Covid-19. Apalagi insenstif Nakes yang belum dibayar hingga enam bulan terhitung sejak Juli-Desember 2020.

Ketua SCI FWLT Akhmad Said
Ketua SCI FWLT Akhmad Said

"Kami mendesak Pemkab Lombok Tengah untuk segera membayar insentif tenaga kesehatan. Mereka (Nakes,red) sudah bekerja dengan maksimal. Resiko tertular juga sangat besar," tegasnya.

Alex sapaan akrabnya, mempertanyakan alasan Pemkab Loteng yang hingga kini belum membayar insentif tersebut. Padahal, dari informasinya dana tersebut sudah ditransfer oleh pemerintah pusat. Namun dari keterangan Pemkab melalui BPKAD, dana belum ditransfer. Bahkan insentif selama enam bulan tersebut bakal dihapus.

"Ini tidak masuk akal. Apa alasannya sampai insentif itu hangus dan tidak bisa dibayarkan. Harusnya Pemkab lebih memprioritaskan pembayaran hak Nakes. Apalagi Covid-19 semakin parah. Nakes bekerja siang malam tidak kenal waktu, tapi malah tidak diperhatikan," tegasnya.

Ia memperkirakan jika hal ini terus dibiarkan, maka Nakes tidak akan bisa bekerja maksimal bahkan sampai mogok kerja. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkam terjadi, pihak mendesak segera mencarikan solusi dari permasalahan ini. Sehingga Nakes sebagai garda terdepan harus diperhatikan

"Ini patut dipertanyakan. Jika tidak ada kejelasan, maka kami akan bertindak, kami akan investigasi. Kasian Nakes yang tidak diperhatikan," pungkasnya. (AP)