SMAN I Janapria Sukses Tekan Angka Pernikahan Siswanya, Selama Pandemi

Alhamdulillah bisa kita tekan kendati ada, tapi tak banyak," kata Kasek SMAN I Janapria H. Wildan di

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Angka Pernikahan di jenjang pendidikan Sekolah menengah atas di Lombok Tengah (Loteng), selama pandemi cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil curhat sejumlah kasek, mengaku puluhan siswanya memutuskan sekolahnya dan memilih menikah, termasuk di SMAN I Praya Timur Loteng.

Beda halnya di SMAN I Janapria Kecamatan Janapria Loteng, sekolah perbatasan antara Loteng Lotim ini, telah mampu melakukan penekanan terhadap siswanya untuk tetap fokus belajar dan tidak menikah.

Kasek SMAN I Janapria H. Wildan
Kasek SMAN I Janapria H. Wildan

"Hasil kita curhat dengan sejumlah kepala SMAN, ternyata banyak yang mengeluh lantaran banyak siswanya memutuskan sekolah alias menikah selama pandemi. Namun di sekolah kami, Alhamdulillah bisa kita tekan kendati ada, tapi tak banyak," kata Kasek SMAN I Janapria H. Wildan di ruang kerjanya, Rabu (24/02).

Adapun langkah yang sudah dilakukan guna menekan angka menikah selama pandemi diantaranya, melakukan analisa pembelajaran daring terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan persentase, atau melakukan survei on-line. Dalam survei tersebut, ada dua persoalan yang ditemukan pertama kejenuhan siswa dan kuota.

Untuk kejenuhan sendiri, pihaknya telah memanggil wali siswa untuk mendatangi siswa bersangkutan, dan diberikan solusi.

Sedangkan untuk kuota sendiri, pihak sekolah memberikan Pasilitas secukupnya, hingga mereka tidak lagi gundah atau susah dan belajar pun mereka tetap tenang.

"Yang jelas, mulai dari pasilitas hingga bimbingan semua kita berikan, sampai siswa tersebut nyaman," terangnya.

Setelah wali siswa memberikan nasihat, barulah persoalan tersebut, dilanjutkan di selesaikan di sekolah, dengan memanggil para Waka, BK termasuk wali siswa.

"Persoalan yang kita temukan, langsung kita sikapi bersama setelah wali kelas memberikan solusi terlebih dahulu, barulah kita sama sama membahas langkah atau solusi yang akan kita ambil, guna mencegah siswa tersebut tidak menikah," ungkapnya.

Wildan menambahkan, untuk menghilangkan kejenuhan siswa, kadang untuk belajar juga harus digabungkan, tapi tetap sesuai protokol Covid-19.

Misalnya saja untuk siswa jurusan IPA dan IPS dalam pelajaran yang sama dan materinya juga sama, contoh mapel PAI.

"Siswa juga butuh refreshing sesama teman, sembari kita siasati dengan metode pendidikan," tutupnya (AP)