Telan Dana Rp. 27 Miliar, Dewan Soroti Proyek Irigasi Tetes

Anggota Komisi I DPRD NTB, H. Najamuddin Mustofa

Mataram (postkotantb.com)-Proyek irigasi tetes (Drip Irrigation) yang menjadi salah satu program Pemerintah Provinsi NTB, kini disorot. Pasalnya, proyek yang telah menghabiskan dana sebesar Rp. 27 miliar, dinilai bermasalah.

Anggota Komisi I DPRD NTB, H. Najamudin Mustofa mengaku, proyek tersebut terbagi di dua wilayah. Antara lain Kabupaten Lombok Utara (KLU) sekitar Rp.19 miliar tahun 2019 dan di Sumbawa sekitar Rp. 8 miliar tahun 2020

"Dari laporan masyarakat proyeknya magkrak dan sebagian tidak berfungsi. Kami dari DPRD melihat historikal dari proses penganggarannya. Apa motif dibalik proyek itu," ungkapnya.

Menurutnya, secara nasional, curah hujan di negara Indonesia cukup tinggi. Irigasi tetes lebih tepat di negara-negara yang notabene beriklim tropis, salah satunya Arab Saudi. Sehingga irigasi tetes tidak terlalu di butuhkan, khususnya di NTB.

"Kalau tidak bermanfaat, berarti perencanaannya salah, lalu ada apa di balik ini? Program itu dibuat harus ada manfaatnya (out put) yang jelas untuk masyarakat," cetusnya.

Di sisi lain, dewan fraksi PAN ini menanyakan teknis perhitungan pemprov NTB. Salah satunya kendala hujan. Kata dia, pemprov seharusnya jangan menganggarkan dengan nilai tinggi.

"Tahu keadaannya, kenapa harus dianggarkan besar. Pertanyaan saya sekarang yang ditetesi air itu berapa yang kita dapat. Jadi, azas manfaat ke masyarakat jauh lebih kecil dibanding jumlah anggaran. pemerintah sudah keliru dalam perencanaan skala prioritas," cetusnya.

Dalam waktu dekat, jelas dia, komisi II akan turun untuk melakukan pengecekan serta evaluasi ke lokasi yang berada di Kabupaten Sumbawa. Apabila ditemukan ada hal-hal yang menjanggal, tidak menutup kemunginan persoalan ini akan di bawa ke ranah aparat penegak hukum (APH).

"Setelah melihat dan mencatat, mereka temukan sesuatu, komisi yang bersangkutan bisa membawa persoalan ini ke ranah hukum," Tandasnya.(RIN)