Dijadikan Bandara, 100 Hektar Lahan Pertanian Di Desa Kiantar Akan Dibebaskan

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM 

Sumbawa (Postkotantb.com)- Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM mengatakan, bahwa pemkab Sumbawa Barat akan melakukan pembebasan lahan pertanian seluas 100 hektar di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano.

Diatas tanah tersebut nantinya akan dibangun Bandar Udara (Bandara) guna menambah sarana konektifitas daerah.

“Mulai hari ini dan seterusnya, kami akan lakukan pembebasan lahan untuk didarati pesawat  Jet dan Boing berkapasitas penumpang 14 orang. Runwaynya kurang lebih 2,1 kilo,” ungkap Bupati pada awak media usai mengikuti kegiatan RKPD tahun 2022 di Graha Bukit Bintang pada rabu ( 31/03 )

Bupati juga menambahkan, pihaknya telah memulai menyusun dokument termasuk RIB. Kemudian segera melakukan sosialisasi hingga ke KJPP.

“Soal kemungkinan pemindahan pemukiman, itu tidak ada,” kata bupati

Disinggung soal bandara Sekongkang, Bupati menjawab, dari hasil Feasibility Study (FS) menyatakan untuk bisa didarati pesawat seperti Jet atau Boing itu hanya cocok di Kiantar terlebih dengan titik koordinat yang ditentukan.

Nah, soal Bandara Sekongkang yang ditanyakan oleh teman-teman media, Bupati menegaskan bahwa aset milik Pemda itu dalam proses sewa menyewa yaitu antara Pemda dengan perusahaan PT AMNT.

“Bandara tersebut pinjam pakai selama lima tahun dengan nilai sewa yang telah disepakati,” pungkasnya.

Hadirnya Bandara baru di Kiantar nantinya kata bupati,  Bandara Kiantar memiliki peranan sebagai salah satu sarana transportasi udara dan menjadi transportasi utama yang dapat menghubungkan lokasi antar daerah, antar provinsi, maupun antar negara.

Pembangunan Bandara di Kiantar  ini nantinya  memberikan pengaruh terhadap perubahan kawasan sekitarnya. Ini ditandai dengan berkurangnya lahan pertanian yang disebabkan karena terjadinya ahli fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan terbangun yang akan mempunyai nilai ekonomis. (net)