Jelang MotoGP, UMKM jamin Kualitas Produk Siap dipasarkan

Wakil Bupati Loteng Dr. HM. Nursiah memberikan pengarahan kepada 29 UMKM Lombok Tengah

Lombok Tengah (Postkotantb.com) - Menjelang event MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) bersama dengan pihak ITDC mempersiapkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengumpulkan sejumlah UMKM di Kantor Bupati pada Selasa (29/03/2021).

Karena adanya penentuan kualitas serta hak paten dari Mandalika Grand Frix Asociation (MGFA) sehingga hal tersebut perlu dilakukan pemantapan serta kesiapan UMKM Loteng yang sudah ditunjuk.

Dr. HM. Nursiah, Wakil Bupat  Loteng menyatakan Pemda Loteng sudah menyiapkan 29 UMKM yang siang dipasarkan di ajang MotoGp di Mandalika dan pihaknya pun yakin tentang kesiapan produk berkualitas dari 29 UMKM yang sudah ditunjuk tersebut.

"Kami sengaja mengumpulkan 29 UMKM yang sudah ditunjuk, sebagai pemasok prodak yang siap di pasarkan di MotoGP, sesuai dengan label Mandalika Grand Frix Asociation (MGFA), dan kami optimis UMKM kita sudah siap dengan kualitas produk sesuai yang diinginkan" 

Selain itu, Wakil Bupati pun optimis bahwa hak paten MGFA mampu dipenuhi oleh 29 UMKM yang terpilih sehingga nantinya akan mendatangkan keuntungan melalui pasar online maupun offline saat ajang MotoGP berlangsung. 

Tambah Dr. HM. Nursiah, ia menyatakan dibeberapa sektor juga harus di siapkan oleh dinas terkait. Tidak kemudian hanya menjadi penonton di rumah sendiri karena, menurutnya harus turut mempersiapkan mental, Sumber daya manusia dan lainnya.

"Semua dinas kita akan pantau, dan harus menyiapkan program masing masing. Tentunya program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pasar jelang MotoGP, sehingga kita tidak hanya jadi penonton di rumah sendiri," pintanya 

Sementara itu dinas Koperasi dan UKM Loteng, Ihsan, mengaku kesiapan para UMKM Loteng menyambut beroperasinya MottoGP, sudah mencapai 90 persen, terutama pada 7 produk yang berkualitas.

"Ada 7 prodak yang sudah kita siapkan sesuai kebutuhan dan permintaan MGFA, seperti gerabah perak, tenun, selendang, mainan kunci dan sasambo, termasuk Desa Ungga sebagai pemasok Kecapil juga sudah siap dengan kualitas terjamin," katanya.

Menurut Sapriadi, seorang pengusaha tenun menyatakan kebutuhan masalah tenun 100 persen sudah siap. Namun, saat ini pihaknya masih terkendala modal, bahan baku dan sarana prasarana. 

"Saya berani katakan jamin 100 persen, sesuai kesiapan saat ini, cuman jika kebutuhan pasaran diatas kemampuan kita belum siap, mengingat modal dan bahan baku kita terbatas, dan ini kami harapkan untuk bisa dibantu," pintanya.

di sisi lain pihak ITDC, Bram menerangkan, MGFA adalah nama perusahaan dibawah MotoGP dari 71 perusahaan di bawah MottoGP serta pemasok kebutuhan ITDC tetap memprioritaskan produk 29 UMKM Loteng dan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemda, sesuai dengan kebutuhan.

Untuk kebutuhan selama MotoGP, pihaknya belum bisa pastikan kapan mulai dipasarkan, mengingat saat ini ITDC terfokus pada kesiapan menyambut pihak Dorna. Jika otoritas Dorna sircuit lulus tes dan ditentukan kapan dipakai, maka, semua produk yang dibutuhkan akan dipasok .

"Kepastian kapan dipakai hasil produk UMKM ini, kami belum bisa jawab, sebab kami sedang fokus persiapan menyambut Dorna. Jika sircuit ini lulus barulah kita akan sampaikan kebutuhan prodak yang dibutuhkan," katanya.

Ditambahkan, jika hal terburuk seperti tak lulus tes uji, pihaknya tidak bertanggung jawab atas semua persiapan produk 29 UMKM. Yang terpenting saat ini adalah, berusaha dan berdoa, semoga sircuit lulus uji dan prodak 29 UMKM bisa dipasarkan.

"Yang terpenting saat ini kita sudah berusaha, persoalan gagal itu bukan tanggung jawab ITDC," pungkasnya. (AP)