Tak Akui Kemenangan SQ, 20 Cabor Akan Gelar Musorkab Luar Biasa

Pengurus Cabor saat pemilihan Walkout Lombok Tengah

Lombok Tengah (Poskotantb.com)- Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) dengan agenda memilih ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Lombok Tengah berbuntut panjang. 

Pada Musorkab yang digelar beberapa hari lalu, Syamsul Qomar dipilih secara aklamasi. Namun terpilihnya Qomar ini menyisakan masalah. Sebanyak 20 pengurus Cabang Olah Raga (Cabor) memilih Walkout dan tidak menerima Qomar sebagai Ketua Koni Lombok Tengah. 

Ke 20 pengurus Cabor ini akan menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) untuk memilih ketua Koni yang baru pada tanggal 29 Maret mendatang. 

Kandidat ketua, L Candra Yudistira dalam konfresi Persnya di Lombok Tengah, Jum'at (26/3) menyatakan Musorkab beberawa waktu lalu dinilai penuh kecurangan. Berubah ubahnya aturan dalam pendaftaran calon ketua dianggapnya telah melanggar aturan. 

Selain itu panitia Musorkab juga diduga mendukung Samsul Qomar. Berdasarkan sejumlah indikasi kecurangan tersebut ke 20 pengurus cabor ini akan menggelar Musorkab luar biasa. 

“Saya kan bendahara PBVSI dan mencalonkan diri sebagai ketua umum, namun saat sidang panitia malah mengubah aturan, kalau bendahara cabor tidak dibolehkan jadi calon ketua," ujarnya. 

Dikatakan, demi suksesnya acara Musorkablub, pihaknya akan melakukan koordinasi ke Pemda Loteng dan pengurus KONI Provinsi NTB. 

"Tentunya kami akan koordinasi dengan Pemda dan KONI NTB," ujarnya.

Sementara itu kandidat calon ketua Khatibi Yahya mengaku, pelaksanaan Musorkablub, ini nanti sesuai aturan dan menjunjung sportivitas. Selain itu, 9 cabor yang sudah memberikan hak suara saat musorkab, juga akan di undang.

"Biar cabor tidak tercerai berai, 9 cabor yang sudah memberikan hak suara, juga kita akan undang," katanya.

Dengan Aksi walk out dirinya dan 20 pengurus cabor lakukan ia menilai pelaksanaan Musorkab tersebut gagal dan cacat demi hukum, karena Musorkab itu diikuti oleh kurang dari 2/3 jumlah peserta yang memiliki hak suara," tandasnya.

Terpisah ketua cabor Persatuan Sepeda Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Drs Syafruddin MPd mengaku, hasil musorkab yang dimenangkan M. Samsul Qomar sudah cacat. Sebab saat Musorkab pengurus KONI NTB beserta rombongan, belum selesai sudah pulang.

Semestinya pengurus KONI NTB, saat pemilihan ada ditempat, sebab KONI provinsi punya hak satu suara, namun tidak memiliki suara.

"Dalam aturan musorkab pengurus KONI provinsi harus ada suara satu, namun ini malah sebaliknya tidak ada. Dan saya menilai hasil musorkab cacat," katanya.

Selain itu yang namanya aklamasi, semua pengurus cabor harus hadir. Tapi di lapangan, cabor banyak yang Wolk Out, lalu apa dasar . M Samsul Qomar menyebutkan hasil aklamasi.(AP)