Warga Empat Dusun Keluhkan Tegangan Listrik Gardu Wijen Tidak Stabil

Para Karyawan saat berfoto dengan Forum Pemuda Lelong (FPL) Kecamatan Praya Tengah Loteng

Lombok Tengah (Poskotantb.com) - Tegangan listrik di gardu Wijen Desa Kelebuh  Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng), sering turun naik. Hal itu membuat pengguna listrik di gardu wijen terganggu. Lebihnya lagi Gardu ini beroperasi di Empat Dusun, yakni Dusun Wijen, Embung Belek, Lendang Re, dan Dusun Lelong 3. 

Di Empat Dusun tersebut, terdapat beberapa yayasan pondok pesantren antara lain Yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Lelong yang mengelola Tsanawiyah dan Aliyah serta Yayasan Safiatunnaja yang mengelola Ibtida'yah.

Forum Pemuda Lelong (FPL) Kecamatan Praya Tengah Loteng, melayangkan surat permohonan audiensi ke PLN cabang Praya untuk mendapatkan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Ketua FPL Yopa Gusti Putra mengaku, persoalan ini sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak PLN pada bulan Oktober 2020 lalu dan meminta agar tegangan di Gardu wijen dinaikkan tetapi tidak digubris.

"Turun naik tegangan di Gardu wijen ini sebenarnya sudah lama kami laporkan, tapi sampai pergantian direksi tak pernah digubris," katanya.

Tidak stabilnya daya listrik ini sangat terasa menjelang magrib. Cahaya lampu mulai meredup. Warga terpaksa mematikan peralatan elektronik agar tidak rusak.

"Ibu ibu yang punya kulkas, mesin cuci ataupun nyeterika baju, hanya bisa dilakukan siang hari, kalau malam jelas dayanya tak akan mampu," paparnya.

Kondisi ini juga cukup mengganggu para santri di madrasah di wilayah ini. Pasalnya dengan pencahayaan yang kurang ini membuat para siswa sulit belajar. Terlebih mereka mereka sedang menghadapi ujian nasional yang berbasis IT.

Atas hal tersebut diatas, pihaknya kembali melayangkan surat tertanggal 15 Marat 2021, dengan tujuan melakukan audiensi dengan direksi PLN cabang Praya. 

"Kebetulan saya dapat informasi kalau direksi PLN cabang Praya sudah diganti, dan kami langsung melayangkan surat kembali, siapa tau kepala baru sigap atas persoalan kami ini," kata Yopi.

Ia menambahkan, setelah pihaknya melayangkan surat, direksi PLN yang baru merespon dan melakukan audiesi terbatas di sekretariat  FPL.  Zazit, Direksi PLN cabang Praya menjelaskan beberapa persoalan yang belum sempat ditangani termasuk surat dari FPL tanggal 26 Oktober 2020 akan masuk dalam agenda kerjanya. 

Khusus tegangan di Gardu wijen ini, ada beberapa langkah langkah yang akan diambil. Pertama dalam waktu kerja kurang dari 30 hari atau sebelum puasa, PLN akan mengganti kabel yang ada di gardu, karena menurutnya kabelnya terlalu kecil dan tidak sebanding dengan kabel yang ada di hilir.

Jika hasil masih tidak sesuai dengan kebutuhan listrik, ini akan menjadi evaluasi lanjutan.

Dua, permasalahan kabel yang seperti jaring laba-laba di wilayah Lelong akan ditertibkan. Dan PLN siap bermitra dengan Forum Pemuda Lelong, dalam megedukasi masyarakat tentang penggunaan listrik pasca bayar yang sering nonggak. (AP)