Dakwah Ramadan, FKPAI Bina Penghuni Lapas Praya

DAKWAH: Ketua FKPAI tengah menyampaikan dakwah di lapas kelas II Praya, Lombok Tengah

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Sambut Ramadan, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), tengah fokus melakukan Pembinaan umat di lapas  kelas II Praya Loteng.

Ketua FKPAI Loteng Suhaibi mengatakan, selaku petugas penyuluh, Pihaknya bersama seluruh anggota memanfaatkan bulan ramadhan ini untuk melaksanakan aktifitas dakwah di lapas.

Selain tugas pokok sebagai penyuluh, kegiatan dakwah di lapas Praya ini di latar belakangi adanya MOU antara Kementerian Agama (Kemenag) Loteng dengan pihak lapas.

"Kami bersama seluruh anggota FKPAI Loteng, telah berbagi waktu untuk melakukan dakwah di lapas kelas II Praya, selama bulan puasa ini. FKPAI ini, diwadahi kemenag, sehingga apapun yang jadi Program Kanmenag dibidang pembinaan umat, pasti kewajiban kami," katanya, Sabtu (17/4).

Di sisi lain, pembinaan dan bimbingan untuk umat, itu wajib dilaksanakan. Termasuk melakukan dakwah dilapas, yang diprogramkan selama puasa ini. Sehingga, program pembinaan melalui dakwah, dinilai sebagai motivasi serta menumbuhkan optimisme agar ke depan, para penghuni lapas dapat menjadi generasi yang lebih baik dari sebelumnya.

"Saudara saudara kita yang di lapas, hanya kebetulan saja mereka melanggar hukum, sehingga ditahan. Mereka semua orang baik. Sedangkan, penyuluh agama adalah speakernya Kementerian Agama yang harus memberikan edukasi informasi, advokasi dan konsultasi kepada semua orang, agar tidak termakan isu-isu hoak yang terjadi saat ini. Saudara saudara kita yang di lapas, hanya kebetulan saja mereka melanggar hukum, sehingga ditahan. Mereka semua orang baik," jelasnya.

Sebaliknya, Sebagai penyuluh agama Islam, pihaknya merasa bangga, karena telah diberikan waktu untuk berbagi dengan saudara saudara lapas melalui nasehat. Dia berharap, selepas dari penjara, para penghuni lapas bisa jadi penebar kebaikan.

"Yang jelas tujuan kita lakukan dakwah di lapas, agar mereka bisa berubah dan hidup lebih baik, serta nantinya ketika mereka keluar bisa menjadi agen perubahan dari apa yang pernah mereka kerjakan sebelumnya," harapnya.(AP)