Minim Ilmu Pengetahuan, FWLT Kecam Arogansi pol PP Lotim

Ketua FWLT Loteng Agus Wahaji

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Minimnya ilmu pengetahuan, menyebabkan  oknum anggota pol PP tak paham dengan tugas jurnalistik, sehingga berbuat arogansi terhadap wartawan media online Inside Lombok atas nama M Dedi Zarwandi

Saat melakukan peliputan di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur. Mendapat kecaman dari sejumlah organisasi wartawan, salah satunya Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT).

Ketua FWLT Lombok Tengah Agus Wahaji menyayangkan sikap anggota pol PP Lombok Timur, yang telah melakukan aksi kekerasan terhadap jurnalis media on-line inside Lombok.

"Atas nama sesama profesi, mengutuk aksi barbar dan kriminal oknum Pol PP Lotim dan mendesak Polres Lombok Timur segera memproses penganiayaan yan menimpa jurnalis inside Lombok," katanya

Informasi yang di himpun Postkota NTB.com di sejumlah media online menyebutkan Aksi bermula saat jurnalis Inside Lombok, M. Deni Zarwandi yang biasa disapa Deni sekitar pukul 11.00 Wita hendak mengunjungi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim. Saat hendak masuk kantor, Deni lupa menggunakan kembali maskernya.

Sebelumnya Deni sudah menggunakan masker. Namun karena merasa pengap dan sedikit napasnya agak sesak, akhirnya Deni membuka maskernya. Oleh oknum yang bersangkutan, Deni diminta untuk menggunakan kembali maskernya.

"Kebetulan saat itu saya baru saja membuka masker akibat merasa pengap dan ingin mencari udara segar," kata Deni, di Selong.

Tidak lama kemudian, Deni langsung mengambil masker yang ia taruh di saku. Kemudian Anggota Satpol PP tersebut mempertanyakan kenapa Deni tidak memakai masker. Deni menjawab bahwa ia baru saja membuka masker, karena merasa pengap dan mau mencari udara segar.

Pertanyaan itu berulang kali dipertanyakan dan ia menjawab hal yang sama. Anggota Satpol PP itu kemudian memepet badannya seperti menantang ingin memukul. Kemudian dilerai oleh Supardi, namun Supardi pun ikut didorong oleh oknum tersebut.

"Kemudian saya dicekik sama anggota Satpol PP tersebut dan saya tepis tangannya sembari dilerai sama teman saya," tuturnya.

Setelah itu, anggota tersebut menendang Deni yang mengarah ke bagian perut. Namun Deni mencoba untuk menghalau menggunakan tangan. Akibatnya, tangan korban mengalami luka-luka.

Tak sampai di situ, anggota Satpol PP ini juga menantangnya untuk berkelahi di luar areal kantor bupati. Namun Deni tak menggubris dan memilih menghindar. (AP)