NBDI Selenggarakan Hultah ke 78 di Anjani

MOTIVASI: Dalam Sambutannya, Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NW Lale Syifaunnufus, memberi motivasi bagi seluruh perempuan agar tangguh di tengah kemajuan Jaman

Hultah NBDI, Momen Pergerakan dan Kebangkitan Kaum Perempuan

Lombok Timur (Poskotantb.com)- Tanggal 8 April 2021, menjadi momen bersejarah bagi kaum perempuan. Di mana, tahun 1943, pendiri NWDI, NBDI dan Organisasi NW, ninikda tercinta, TGKH. M.ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-MASYHUR, melahirkan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiah (NBDI) yang notebene, dari kalangan perempuan.

Memperingati momen bersejarah tersebut, NBDI menyelenggarakan Hari Ulang Tahun (Hultah) NBDI ke 78, Kamis (8/4). Acara Hultah kali ini, dipusatkan di Pondok Pesantren Syaikh Zaenuddin Anjani, Lombok Timur (Lotim).

"Alhamdulillah hari ini, kita bisa melaksanakan Hultah NBDI ke 78," ungkap Ketua panitia sekaligus Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NW Lale Syifaunnufus.

Diakui, Hultah NBDI digelar berbeda dari sebelumnya. Tahun lalu, semua jama'ah bisa ikut membanjiri acar tersebut. Akibat pandemi Covid-19, tim panitia harus melaksanakan acara, sesuai protokol kesehatan.

"Untuk Hultah tahun ini, kita tidak bisa rayakan semeriah tahun lalu, karena Covid-19, sehingga gelaran Hultah ini kita laksanakan sesuai Prokes kesehatan," tuturnya.

Dijelaskan, Almagfurullah, TGKH M. Zaenuddin Abdul Madjid, mendirikan NBDI, sebagai bentuk perjuangan bahwa kaum perempuan memiliki hak yang sama. Sebab, kala penjajahan Jepang, keberadaan perempuan terkekang dan terbelenggu.

"Berkat jasa dan Perjuangan al-maghfurlah TGKH. M.Zainuddin Abdul Madjid kaum perempuan khususnya kaum perempuan Sasak dapat duduk sejajar dan setara dengan kaum laki-laki dalam menerima akses pendidikan, sosial dan dakwah yang menjadi trilogi pergerakan NW," jelasnya.

Momentum Hultah NBDI ini dapat dijadikan sebagai wahana Inspiratif untuk kaum perempuan bergerak dan berkiprah optimal dalam berbagai bidang dan kompetensi. Sebab, saat ini tantangan kaum perempuan di tengah kemajuan zaman, sangatlah berat.

Namun bukan berarti perempuan menjadi mahluk lemah dan tidak bisa mensejajarkan diri dengan kondisi tren saat ini. Sebagai seorang perempuan tangguh, kemajuan zaman ini tentunya menjadi filter untuk bangkit, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Raden Ajeng Kartini.

"Di hari jadi NBDI ke 78 ini, kami dari kaum perempuan NW, siap berkontribusi buat negara dan agama, serta mengembalikan roh perjuangan Raden Kartini, kalau perempuan itu hebat," tutupnya.(AP)