Porles Lotara Aman 84 Pemuda KLU Terlibat Aksi Balap Liar

Para Pemuda KLU Terlibat Aksi Balap Liar

Lombok Utara (Postkotantb.com) - Bulan Ramadhan 1442 H yang seharusnya menjadi momen bagi anak muda untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah namun lain halnya di kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. puluhan pemuda ini malah menjadikan bulan suci ini waktu yang tepat untuk ajang balapan liar.

Puluhan pemuda ini berkumpul di jalan raya dusun pandanan desa malaka kecamatan pemenang KLU dan menjadikan jalan raya tersebut  bak sirkuit balapan yang sesungguhnya. Tidak hanya balapan biasa, mereka pun sampai ada yang taruhan dan menjagokan motor mereka masing-masing. Aktivitas mereka pun kerap meresahkan warga sekitar.

Akhirnya, aksi sejumlah pemuda ini sampai ke telinga pihak kepolisian. Dengan berbekal informasi dari masyarakat sekitar, mereka pun melakukan penyergapan secara tiba-tiba.

Saat dilakukan penyergapan, puluhan pemuda ini tidak bisa berkutik. Tim gabungan patroli LUMPIA Polres Lotara berhasil mengamankan sebanyak 84 orang pemuda yang terindikasi terlibat dalam aksi balap liar tersebut,  Kamis ( 29/04/2021 ) dini hari pukul 02.00 wita

Tidak hanya mengamankan puluhan pemuda, petugas juga menyita 64 kendaraan roda dua yang digunakan dalam aksi balap liar tersebut. Puluhan pemuda beserta sepeda motor langsung di gelandang ke Mapolsek Pemenang. 

Puluhan motor Balapan Liar yang diamankan di Polres Pemenang

Kepala Kepolisian Resor ( Kapolres ) Lombok Utara Polda NTB AKBP Feri Jaya Satriansyah,SH melalui Kapolsek Pemenang IPTU Lalu Iskandar Zulkarnain mengatakan penertiban balap liar berdasarkan adanya laporan masyarakat yang merasa resah. Selain dinilai meresahkan, aksi mereka bisa membahayakan pengendara lain. Puluhan pemuda yang di amankan 16 di antaranya berasal dari kecamatan pemenang, 45 orang dari kecamatan tanjung dan 21 orang dari kecamatan gangga KLU.

"kami antisipasi jangan sampai akan berdampak fatal. Selain itu, kami juga memberikan rasa aman kepada masyakatat yang tengah menjalankan ibadah puasa. 

Kita beri efek jera dengan mengamankan kendaraan mereka. tuturnya

Menurutnya, hampir seluruh dari mereka tidak dilengkapi surat kendaraan dan semuanya tidak menggunakan helm.

"Tidak menggunakan helm dan mereka pun tidak bisa menunjukan surat kelengkapan berkendara," ungkapnya.

"Selanjutnya mereka kami akan lakukan pembinaan dan mengundang orangtua yang bersangkutan. Maka dari itu, pihaknya akan menahan kendaraan yang disita dari para pelaku balap liar dan pelanggar physical distancing hingga dapat menunjukan surat surat kelengkapan kendaraannya dan di perkenankan untuk membawa pulang” tutup IPTU