Warga Binaan Lapas Mataram Dilatih Terampil dan Mandiri

 

Lapas Kelas IIA Mataram PASTI Maju

Lombok Barat (postkotantb.com)- Dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 57, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram tetap semangat dalam mempertahankan serta meningkatkan kinerja jajaran lapas.

"Kita tetap bekerja profesional, akuntable, sinergi, transparan dan inovatif (PASTI). Dengan mempertahankan dan meningkatkan kinerja. Menuju pemasyarakatan PASTI maju," ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Mataram, Ketut Akbar Herry A., A. MD.,I.P., SH., MH. Diwawancarai diruangannya Selasa, (27/4).

Diakui dia, demi mewujudkan pemasyarakat PASTI Maju, banyak hal yang telah terlaksana. Antara lain, pembinaan sektor pertanian. Kegiatan ini berjalan maksimal. Karena dukungan berupa luas lahan yang memadai untuk ditanami pepaya, kacang-kacangan dan kedelai, warga binaan dibimbing untuk mandiri.

Di samping itu, pihaknya telah berencana, Lahan yang tersisa dari aktivitas pertanian akan dimanfaatkan sebagai kolam untuk kepentingan budidaya ikan air tawar. Uniknya, tidak hanya pertanian dan perikanan.

Lapas Mataram berencana mengembangkan pembinaan di sektor produksi hasil kerajinan tangan (Souvenir,red). Salah satunya, Ketaq. Hal demikian menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Satu Lapas, Satu produk (one prison, one produk).

Tidak menutup kemungkinan, Lapas Mataram akan menggandeng pihak ketiga untuk membantu hasil karya yang diproduksi warga binaan ke konsumen.

"Mungkin kedepannya kami akan munculkan perikanan termasuk hasil karya dan kerajinan tangan seperti souvenir. Komitmen kami, memajukan pemasyarakatan melalui Motto yang sudah dibuat dalam Bahasa Lombok (Sasak,red) oleh teman-teman Lapas Mataram. Berbunyi, Bereok Pegawean, Pesopok Angen, Pesolah Lapas Mataram," sebutnya.

"Dulu memang kami memberlakukan tindakan terhadap warga binaan. Berbeda dengan yang sekarang. Saya tekankan agar mengedepankan sikap yang humanis melalui kegiatan pelatihan dan bimbingan," sambungnya.

Melalui bimbingan keterampilan dan kemandirian, Dia berharap, setiap kegiatan yang dilaksanakan, dapat dijadikan sebagai bekal oleh setiap warga binaan, ketika telah kembali ke lingkungan masyarakat.

"Untuk pembinaan warga lapas Mataram di antaranya pembinaan kepribadian seperti keagamaan Muslim, Kristen, Hindu dan Buddha semuanya berjalan," tutupnya.(RIN/SFM)