Cara Kakanwil Kemenag NTB, Awali Bulan Syawal 1442 H (1)

Santai ;  Suasana hangat penuh keakraban saat reuni Kepala kantor wilayah Kementerian Agama NTB, bersama jajarannya saat   duduk santai bersama para mantan kepala kanwil NTB yang juga sebagai anggota DPD RI wakil NTB.
Lakukan Reunian Sambil Berguru, Dibumbui Kegiatan Kenegaraan

Bulan Syawal menandakan kemenangan bagi seluruh umat muslim, setelah menjalankan ibadah puasa. Mengambil ibrah keutamaan bulan ini, kakanwil tancap gas lakukan Reunian dengan para senior sembari berguru

SAPARUDDIN

Lombok Tengah  

KEMENANGAN Bulan Syawal menandakan kemenangan bagi seluruh umat muslim, setelah menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan satu bulan suntuh.

Bulan Syawal merupakan salah satu bulan terbaik setelah Ramadhan, sehingga umat muslim dianjurkan untuk tidak mengendurkan amalan dan ibadahnya.

Selain sebagai bulan Kemenangan, Bulan Syawal juga memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, salah satunya bulan Kembali ke Fitrah

Mengambil hikmah besarnya keutamaan bulan ini, Kepala Kantor  Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi NTB. Memanfaatkan awal bulan ini dengan melakukan reunian kepada sejumlah mantan kakanwil NTB atau seniornya, sembari menggali dan berguru, guna memajukan kanwil Kemenag NTB lebih baik.

Seperti yang telah dilakukan di rumahnya anggota DPD RI sekaligus senior atau mantan kepala kanwil Kemenag NTB terlama, yakni Drs. HL. Suhaimi Ismy.

Kepala kanwil Kemenag NTB Dr. KH. Zaidi Abdad mengatakan, kedatangannya ke rumah pak Drs. HL. Suhaimi Ismy, adalah guna menjalin silaturrahmi kepada beliau.

Sebab beliau adalah senior yang pernah menjadi kepala kanwil Kemenag sehingga sebuah kewajiban baginya untuk mendatangi sekaligus bersilaturrahmi dan berguru.

"Mumpung sekarang masih dalam nuansa lebaran, sehingga kami bersama karyawan kanwil Kemenag NTB menyempatkan waktu berziarah ke mantan Kepala kanwil Kemenag NTB, sekaligus senior kami," katanya.

Selain bersilaturrahmi, pihaknya juga banyak berguru kepada beliau, terutama menanyakan tata cara memajukan kanwil Kemenag, lebihnya lagi di era digitalisasi.

"Banyak ilmu yang kami dapatkan dari beliau, semoga nantinya bermanfaat guna memajukan kanwil Kemenag NTB, lebih baik," ungkapnya.

Silaturrahim dengan para senior lanjutnya, bukan hanya di Lombok Tengah, namun hal yang sama juga  dilakukan ke sejumlah senior lainnnya, yang sudah menjabat sebagai kepala kanwil NTB.

"Keragaman umat yang kita layani, membuat kita harus kaya ilmu, makanya berguru ke para senior, harus kita lakukan," tawadhu'nya.

Ditambahkan, setiap kali melakukan silaturahmi ke para senior di masing masing daerah, pihaknya barengi dengan tugas kenegaraan, seperti Inspeksi Mendadak (Sidak). Seperti yang dilakukan di Lombok Tengah Artinya beberapa madrasah sempat ia kunjungi, seperti MAN 1 Lombok Tengah dan MTSN 1 Lombok Tengah, termasuk kantor kemenag Lombok Tengah.

"Sebelum bertemu dengan senior saya, saya sempat inspeksi mendadak ke MAN 1, MTsN 1 dan Kemenag Lombok Tengah," ujarnya.

Dalam sidak ini, Alhamdulillah kendati masih nuansa lebaran, tingkat kedisiplinan masuk kerja masih menjadi kebanggaan di tubuh karyawan Kemenag. Pihaknya berharap, temuan di Lombok Tengah, juga terjadi di kemenag SE NTB. 

Selain melihat secara langsung pelayanan dan pendidikan di masing masing lingkup wilayah binaan, pihaknya tak henti hentinya menyarankan untuk mematuhi Prokes kesehatan. Mengingat saat ini, Indonesia pada umumnya dan NTB pada khususnya, sedang dalam musibah pandemi.

"Sambil melihat pelayanan di masing-masing wilayah binaan, saya juga tetap menyarankan untuk patuhi prokes, gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan," terangnya.(Bersambung)