Cara Kepala Kanwil Kemenag NTB, Buat Kejutan di Bulan Syawal 1442 H (4)

SIDAK; kepala kanwil kemenag NTB Doktor KH.Zaidi Abdad saat melakukan sidak di kantor kasi PHU kemenag Loteng kemarin
Sidak Ke Bidang PHU Loteng, Sodorkan Konsep Jitu Demi Pelayanan Prima Selama Pandemi

Pelayanan selama pandemi, jadi atensi Kepala Kanwil Kemenag NTB. Saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Urusan Haji dan Umrah di Kemenag Lombok Tengah, beberapa konsep jitu mulai ditelurkan, demi pelayanan terbaik.

SAPARUDDIN

LOMBOK TENGAH

PANDEMI Musibah pandemi yang saat ini masih menjadi momok menakutkan dan disisi lain pemerintah terus mengupayakan, agar wabah covid-19 berlalu.

Dibalik musibah ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB, terus memberikan motivasi kepada jajarannya. Sebab orang nomor satu di Kemenag NTB ini, tidak menginginkan musibah ini penghambat pelayanan prima kepada ummat terganggu, salah satunya dengan cara melakukan inspeksi Mendadak (Sidak).

Selasa lalu, kepala kanwil Kemenag NTB melakukan sidak ke Kemenag Lombok Tengah, satu persatu di masing masing ruang Kepala Seksi (Kasi) di cek pelayanannya, sembari memberikan motivasi dan trik jitu pelayanan selama pandemi. Salah satunya di ruang Kasi Pelayanan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lombok Tengah.

"Saat bapak kanwil sidak ke ruangan kami, bapak kepala kanwil memberikan arahan dan motivasi bagi kami, agar tidak kendor dan ikhlas memberikan pelayanan, kendati saat ini masih dalam musibah Covid-19," kata Kasi PHU Kemenag Lombok Tengah, H. Hambali, Kamis (19/05).

Sambil memberikan motivasi, pak kanwil juga melihat secara langsung kondisi kantor, sarana dan prasarana, program dan Sumber Daya Manusia (SDM),  masing masing karyawan.

"Segala sarana dan prasarana penunjang penginputan data haji dan umrah, di cek. Terkadang pak kanwil juga mengecek SDM masing masing karyawannya," ujarnya.

Ditanya masalah pelayanan selama pandemi, pihaknya memberikan ke beliau, kalau musibah pandemi tidak begitu berpengaruh terhadap pelayanan yang diberikan. Termasuk tingkat kunjungan masyarakat yang ingin mendaftar dan melihat informasi tentang haji, masih tinggi kayak sebelum Covid-19 ini ada.

"Pelayanan tetap kita kedepankan, dan masalah kunjungan Covid-19 ini tidak ada pengaruhnya, artinya tingkat kunjungan masih normal," ungkapnya.

Selanjutnya petugas dan pengunjung tetap diwajibkan harus memakai masker, sebab saat ini masker adalah suatu hal yang wajib harus di pakai, guna menekan penyebaran Covid-19.

"Jamaah yang tak pakai masker, kita sudah siapkan baru kita bisa layani," jelasnya.

Selanjutnya masalah haji, pemerintah terus berikhtiar membangun komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi, yang pasti jika tahun ini berangkat, ada sekenario yang akan dipakai dan sudah di siapkan.

"Pada prinsipnya kami dah siap, mulai dari Dokumen, paspor juga Vaksinasi jamaah termasuk dokumen calon petugas Haji, kita sudah siap," tegasnya.

Selanjutnya atas musibah ini, pihaknya selalu berharap kepada jamaah untuk tetap bersabar sambil menunggu keputusan  Pemerintah Arab Saudi. "Jaga kesehatan dan selalu update terkait informasi haji terbaru melalui kami di  Kemenag," tutupnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr. KH. Zaidi Abdad mengatakan, kedatangannya ke Kantor Kemenag Loteng, guna melihat secara langsung pelayanan setelah libur panjang. Selain itu, bulan Syawal bulan kemenangan setelah satu bulan suntuk melaksanakan ibadah puasa.

"Kedatangan kami bersama rombongan ke Loteng, adalah tugas kenegaraan dan menjalin silaturrahmi dengan jajarannya di masing masing Kabupaten Kota se NTB," terangnya.

Dikatakan, persoalan haji, Pemerintah Arab Saudi telah membuka pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Apakah Jamaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia, masuk dalam daftar negara yang diijinkan mengirimkan jamaah, sampai saat ini informasinya masih menunggu.

Sesuai arahan dari kementerian agama, jika Indonesia masuk daftar boleh memberangkatkan tahun ini, namun dipastikan tidak bisa memberangkatkan seperti tahun sebelum ada pandemi.

Dimana regulasi pemberangkatannya kuotanya akan dikurangi. Misalnya jatah kuota NTB normalnya 4 ribu jamaah, maka yang akan diberangkatkan setengah dari jumlah normal. 

Selain itu, jika jatah kuota NTB 25 persen dari kuota normal, maka yang 25 persen tersebut akan dibagi dua, demikian juga jika jatah NTB 5 persen dari kuota normal, maka 5 persen juga akan dibagi dua.

"Disinilah petugas harus benar benar jeli, dan kedatangan kami bersama rombongan ke bagian haji kemenag, guna mengecek beberapa dokumen dan kesiapan pemberangkatan, jika Indonesia masuk daftar mengirimkan Jamaah Calon haji kita dan semoga tahun ini bisa berangkat," tutupnya. (Bersambung)