Melihat Dari Dekat Ponpes Nurul Wathan NW Pelambik.

 

 

Berada di kawasan terpencil , 24 tahun Tetap eksis Berhidmat Untuk Negara dan kemajuan Ummat

Kebutuhan akan ilmu agama dan rindunya masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan formal, menjadi inspirasi dan motivasi berdirinya Ponpes beralamatkan di Desa Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah NTB.

SAPARUDDIN

Lombok Tengah

Kerinduan masyarakat terhadap pendidikan keagamaan formal, salah satu magnet utama berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Wathan NW Desa Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah NTB.

Kendati berada di pelosok ujung selatan wilayah Lombok Tengah,
Tanggal 1 Juli 1997 menjadi saksi sejarah berdirinya. Dengan segala kekurangan dan keterbelakangan, ponpes ini tertatih tatih sehingga menjadi salah satu ponpes harapan masyarakat, sebagai tempat cikal bakal lahirnya generasi penerus Qurani.

Diselimuti banyak kekurangan, dengan kekuatan dan dukungan masyarakat, ponpes ini telah mampu melepaskan diri dari Pase kekurangan diri dari keterbatasan dan sekarang sudah bisa berdiri tegak dan sedikit megah boleh dikatakan, dengan Lima lembaga pendidikan dan majlis taklim.

“Kekuatan utama berdirinya ponpes ini adalah kebersamaan dan keinginan masyarakat, yang dibantu pemerintah terkait serta staekholder lainnya. Sehingga saat ini mampu menaungi Lima lembaga pendidikan dan majlis taklim,” kata Ketua Yayasan. Ustaz M. Syukri.

Adapun Lima lembaga pendidikan tersebut masing masing, PAUD yang di dirikan tahun 2010. Selanjutnya RA tahun 2012, MI dan MTs tahun 1997 dan MA tahun 2006 dan Mejelis ta’lim tahun 1997

Dikatakan, adapun dasar mendirikan ponpes ini, pertama kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama, tingginya animo masyarakat untuk menuntut ilmu agama.

“Dua hal inilah faktor utama, ayahanda TGH. Safwan (alm) dan beberapa tokoh agama di desa Plambik lainnya mendirikan ponpes ini,” jelasnya.

Dijelaskan, berjenjangnya lembaga pendidikan yang didirikan, itu seiring dengan tuntutan masyarakat dan zaman. Sehingga dari semua lembaga pendidikan yang dikelola, tidak ada satupun yang sama tahun pendirian, terkecuali MI dan MTs, yang tahunnya sama dan bulannya berbeda.

“Karena keterbatasan kami, sehingga kami membuka lembaga pendidikan sesuai kebutuhan dan Alhamdulillah sekarang mulai dari tingkat bawah hingga atas, sudah ada dan semuanya memiliki akta notaris dan mengantongi ijin operasional dari pemerintah ataupun kemenag,” ketusnya.

Sekretaris Lazah NW ini menambahkan, di tahun ajaran baru kali ini, pihaknya bersama rekan rekan seperjuangan, sedang mengupayakan lulusan ponpes Nurul Wathan NW Pelambik, siap pakai. Artinya kaya akan ilmu agama dan umum serta memiliki keterampilan yang terampil.

Sehingga kendati berada di bawah pegunungan yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota, insyaallah lulusannya siap pa dikai. (**)