Pesantren Kilat,Sebagai Ajang Adu Bakat Menghafal Alquran

Kepala MTS Neg 5 Loteng Nasruddin Mansur

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Terhitung sejak hari ke tiga puasa, MTsN 5 Lombok Tengah (Loteng), yang berlokasi di Kecamatan Janapria Loteng membuat  program pesantren kilat. Dimana dalam pesantren kilat ini, akan berakhir pada hari Kamis 6 Mei mendatang.

Kepala MTsN 5 Loteng Nasruddin Mansur menjelaskan, ada beberapa program yang dilaksanakan selama santren kilat. Diantaranya bimbingan tata cara membaca Al Qur'an sesuai makhorijul huruf dan tajwid, bimbingan tata cara menghafal, ceramah dan dilanjutkan dengan kuis Ramadhan.

"Yang paling utama dalam program pesantren kilat ini adalah menghafal, makanya bisa kami simpulkan pesantren kilat ini, ajang adu bakat ketajaman dan kecepatan menghafal," bebernya di ruang kerjanya, Selasa (04/05).

Untuk hafalan, pihaknya telah membatasi sampai tiga juz. Bagi yang sukses menghafal sampai tiga juz. Tentunya pihak Madrasah telah menyiapkan hadiah istimewa dan dorprize.

"Ada dorfrize kita sudah siapkan bagi siswa yang bisa menghafal sampai tiga juz," janjinya.

Untuk memantapkan hasil dan tujuan empat program pesantren kilat ini serta tidak mengganggu pendidikan yang utama atau formal katanya, pihaknya membagi menjadi dua gelombang, yaitu pertama mulai jam setengah tujuh sampai jam delapan.

Selanjutnya gelombang ke dua untuk ceramah dan kuis Ramadhan, dibuka dari jam setengah dua belas sampai azan Zuhur. 

"InsyaaAllah untuk pesantren kilat ini kita akan tutup Kamis mendatang, dan menguji hasilnya dan menentukan siapa yang berhak mendapatkan dorfrize," ungkapnya.

Selain itu lanjut kamad termuda ini, pihaknya juga membagikan buku jurnal kegiatan kepada siswa. Dimana jurnal tersebut berisikan kegiatan siswa selama di sekolah dan dirumahnya.

"Pada intinya semua program, baik yang masuk program santren kilat dan tugas atau jurnal siswa, kita akan nilai dari juara 1 sampai 3," ujarnya.

Adapun tujuannya adalah, guna melatih siswa lebih produktif dan mampu menguasai bacaan bacaan Al Qur'an serta melatih mental dan kemampuan mereka.

"Kami tak ingin di sebut jebolan madrasah tidak bisa baca Al Qur'an, makanya siswa kami wajibkan fasieh membacanya," tutupnya. (AP)