Produk Minyak Jaran Belum Terdaftar, Ini Penjelasan Kabid Sumber Daya Industri Zainuddin

Kabid Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian Lotim H. Zainuddin

Lombok Timur (poskotantb.com)- Meski produk Minyak Jaran di Desa Presak Kecamatan Sakra sudah dikenal luas, faktanya Dinas Perindustrian Lombok Timur (Lotim) belum mendaftarkannya sebagai salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM).

Hal itu diakui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian Lotim H. Zainuddin. Ia menjelaskan, salah satu alasan belum terdaftarnya Minyak Jaran pada Dinas Perindustrian disebabkan karena Minyak Jaran belum diproduksi secara tetap.

"Memang setiap ada event atau pameran di luar daerah, Minyak Jaran ini selalu dibawa karena sebagai produk unggulan Kabupaten Lotim. Tetapi, kenapa belum terdaftar karena produksinya tidak secara continue," jelas H. Zainuddin pada wartawan di ruangannya, Senin (3/5).

Selain itu, kata dia, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di Lotim, Dinas Perindustrian belum sepenuhnya lepas dari Dinas Perdagangan. Sehingga, anggaran untuk melakukan pendataan produk IKM dan UKM di Lotim masih terbatas.

Diakuinya, dari ribuan produk IKM dan UKM yang ada di Lotim, hanya baru 300 lebih produk yang sudah terdaftar. Itupun pendataannya ketika ada pelatihan-pelatihan kepada pemilik usaha.

"Anggaran kami kan masih bagi dua dengan Dinas Perdagangan. Jadi untuk mendaftarkan produksi IKM dan UKM di Lotim masih terbatas," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Presak Muhammad Tahnuji mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam proses pembuatan izin usaha Minyak Jaran tersebut. Karena, lanjut dia, agar terdaftar secara sah pada Dinas Perindustrian harus memiliki izin terlebih dahulu.

"Saat ini kami masih dalam proses mengurus izin dan label halalnya agar terdaftar sah di Perindustrian," terangnya.

Diakuinya, produksi Minyak Jaran kini telah diambil alih oleh BUMDes Presak, tapi dalam proses pengolahannya, pihak desa tetap melibatkan leluhur pembuat Minyak Jaran itu. Ia juga tidak memungkiri khasiat Minyak Jaran tersebut. Selama ini, jika ada para pejabat pusat yang mengunjungi Lotim akan selalu mencari Minyak Jaran sebagai oleh-oleh.

Kades Presak M. Tahnuji

"Kami sejak beberapa tahun lalu sudah memasukkan Minyak Jaran ini sebagai BUMDes dan Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Presak," pungkasnya.

Untuk diketahui, Minyak Jaran merupakan salah satu ramuan tradisional dari Desa Presak. Produksinya sudah dilakukan secara turun temurun sejak zaman penjajahan. (Iwan)