PT GNE dan DNA Kirim 100 ton Jagung Rendah Aflatoksin ke PT Miwon Indonesia

 


Mataram (Poskotantb.com) Secara bertahap PT GNE sebagai Badan Usaha Milik  Daerah dengan DNA sebagai mitra mulai melakukan pengiriman jagung rendah Aflatoksin ke PT Miwon Indonesia, Minggu (30/5).


Pada pengiriman tahap pertama ini dikirim 100 ton dari yang direncanakan pengiriman sejumlah 15.000 Ton jenis tersebut sesuai pesanan PT Miwon Indonesia.


Pengiriman Armada Jagung Rendah Aflatoksin Dilepas oleh Kadis Pertanian Lombok Timur H.M Abadi SP, Direktur DNA Agro Dean Novel dan Direktur Operasional PT Gerbang NTB Emas Muhammad Ihsanul Wathony SE


Pengiriman akan bertahap sesuai dengan pengumpulan Jagung rendah aflatoksin dari petani binaan yang berada di sekitar wilayah Pringgabaya dan Sambelia Lombok Timur. Pengumpulan jagung sudah disusun jadwalnya dengan bertahap dikarenakan untuk menghasilkan Jagung rendah afllatoksin  ini memerlukan treatment khusus sejak dari pembibitan sampai pemanenan.

 "Di Lombok timur baru kurang lebih 1000 Ha lahan yang di garap untuk menghasilkan jagung seperti ini dilahan yang dibina oleh GNE-DNA," ujar Direktur Operasional PT GNE Muhammad Ichsanul Wathony.

 Lebih jauh Ichan panggilan akrabnya mengatakani Keberhasilan PT GNE dan DNA mengirim Jagung rendah Aflatoksin ini sebagai bukti kualitas jagung di NTB sangat bagus dan tidak kalah dengan produksi pabrik makanan serta merek-merek besar di Indonesia yang  menggantungkan suplai Jagung Rendah Aflatoksin dari luar negeri.


"Dengan adanya produksi Jagung Rendah Aflatoksin di NTB diharapkan Food Industry dalam negeri bisa membeli jagung di Nusa Tenggara Barat sehingga petani jagung kita bisa lebih sejahtera , Ujar Ichan panggilan.


Secara Terpisah Kadis Distanbun provinsi Nusa Tenggara Barat  Muhammad Riadi, SP, M.Ec. melihat besarnya pesanan jagung rendah Aflatoksin begitu tinggi, serta harga untuk petani juga sangat bagus, maka Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat nanti bersama Dinas Pertanian Kabupaten/kota termasuk yang di Lombok timur akan memperluas lahan penanaman untuk jagung rendah aflatoksin. Kemudian akan lebih memperkuat kerjasama dengan pihak perbankan terutama bank Daerah (Bank NTB Syariah) dan BUMD serta perusaahaan lain.

“Kami berkomitmen untuk memperkuas area penanaman jagung rendah aflotoksin” kata Riadi,.

Ia berharap BUMD membangun sinergi yang kuat untuk memperbanyak keterlibatan petani dalam kegiatan-kegiatan yang saling menguntungkan untuk daerah.(red)