14 Tahun Usia KLU, Bupati Djohan Sentil Soal Pembangunan Kantor Bupati.


 
Tanjung, -(postkotantb.com) - Bupati dan Wkl.Bupati Lombok Utara (H DJohan Syamsu,SH - Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng hadiri peletakan batu pertama, Gedung Layanan  Perpustakaan yang berlokasi di x Sekretariat Serbaguna Gondang, Senin7/6 -2021.
Gedung Layanan Perpustakaan yang menelan anggaran sekitar
Rp 9.640.325.826.22 (Sembilan Miliar Enam Ratus Empat Puluh Juta Tiga Ratus Dua Puluh Lima Delapan Ratus Dua Puluh Enam Ribu Koma Dua Puluh Dua Rupiah) dibangun oleh pemenang tender PT.Putra Lintas Raya dibawah konsultan Pengawas,PT.VARTEXINDO Konsultan Tehnik

Bupati Djohan Syamsu mengatakan, selain dibangunnya Gedung Layanan Perpustakaan, Ia juga berharap agar segera dipikirkan untk pembangunan Kantor Bupati, Kantor DPRD serta Kantor kantor OPD lainnya yang sudah rusak akibat gempa bumi 2018 yang lalu. Sebab hingga saat ini lanjut Djohan, beberapa Kantor OPD masih sementara. Diharapkan kepada semua pihak untuk sama sama memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat untuk segera dibangunnya Gedung, Kantor yang tersebar di kisaran Tanjung dan Gangga. Posisi Gedung kantor Bupati dan DPRD tetap berada di pusat Ibukota Tanjung, namun kantor kantor yang lain tetap harus tersebar di dua Kecamatan yaitu Tanjung dan Gangga, kata Djohan.
Demikian halnya dengan Kodim,lanjutnya, Kodim sendiri sudah disiapkan lahan persawahan di desa Gondang Kecamatan Gangga.
Pusat ibukota tidak sebatas Tanjung dan kita perlu perluasan hingga ke Gangga dengan batas timur di Dusun Lempenge Desa Rempek Kecamatan Gangga.
Pada kesempatan ini juga Bupati menyinggung soal Nowmenkelatur/Kop Surat masing masing OPD tetap menggunakan alamat pusat Kantor Bupati yang ada di Tanjung, kalaupun posisi perkantoran OPD tersebar di wilayah Gondang. "Jangan lagi Kop Surat menggunakan Gondang atau Gangga, sebab Kantor Bupati berpusat di Tanjung" kata Djohan.
Wilayah perkotaan diperluas supaya supaya ekonomi masyarakat tersebar juga hingga ke wilayah kecamatan Gangga.

"Ini penting saya sampaikan dan sedang dirancang untuk di bahas dalam Musrenbang tata ruang wilayah untuk dibahas dngan DPRD"
Sehingga nantinya berdasarkan tata ruang itulah sebagai pedoman awal kita membangun Lombok Utara ini kedepan, mana daerah yang menjadi pusat pemerintahan dan mana daerah yang bisa dijadikan pusat perdagangan dan lain-lain. Tandasnya (red)