Dispora Lotim Seleksi Pemuda Pelopor Menuju Ke Tingkat Provinsi


Kabid Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Lotim Saipuddin Zuhri

Lombok Timur (postkotantb.com)- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Timur (Lotim) telah menyelesaikan penilaian program Pemuda Pelopor. Dari 30 orang yang mendaftar, hanya tiga orang saja yang akan terpilih sebagai juara dari lima bidang yang masuk kategori penilaian.

Kelima bidang tersebut meliputi Bidang Pendidikan, Pangan, Inovasi Teknologi, Sosial Agama, dan Pengembangan Sumber Daya Alam. Juara pertama dari kelima bidang tersebut akan direkomendasikan mewakili Kabupaten Lotim untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan seterusnya.

''Kami di Lotim sudah menyelesaikan uji lapangan mulai dari hari Senin-Jumat kemarin. Kami sudah turun ke lapangan. Siapa yang juara pertama dari kelima bidang itu, akan kami rekomendasi ke provinsi untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. Yang lolos seleksi provinsi akan mewakili NTB di tingkat nasional,'' kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda Dispora Lotim Saipuddin Zuhri pada wartawan, Senin (14/6).

Adapun beberapa indikator penilaiannya, kata dia, para pemuda yang mengikuti seleksi harus mampu menciptakan teknologi baru meskipun bentuknya sederhana, sejauh mana para peserta mampu menjadi pelopor di desa atau lingkungannya, dan mampu menimbulkan dampak sosial yang baik bagi para pemuda di lingkungannya.

Ia mencontoh, salah seorang peserta seleksi bisa menciptakan aplikasi yang dinamakan ''Blibae''. Aplikasi setara Gojek, Tokopedia, dan Shoppe tersebut nantinya diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi para pemuda, tukang ojek, dan lainnya di Lotim hususnya lingkungan sekitar ia tinggal.

Salah satu peserta lainnya juga mampu menciptakan printer 3 G dari barang bekas. Yang harga aslinya mencapai belasan juta hanya menjadi tiga jutaan saja.

''Potensi-potensi pemuda seperti inilah yang kami harapkan. Bagaimana ke depan kami akan bina, bila perlu akan kami modali untuk meningkatkan prestasi,'' imbuhnya.

Akan tetapi, sesalnya, dari 30 ribuan pemuda di Lotim, hanya ada 30 orang saja yang mendaftar dalam seleksi tersebut. Artinya hanya 0,1 persen saja pemuda yang mau mengembangkan skill dan kreativitasnya.

''Dari 30 ribuan para pemuda kita di Lotim, hanya 30 orang yang mendaftar. Lalu ke mana yang lain, apa yang mereka lakukan?,'' sesalnya.

Ia berharap, para Pemuda Pelopor yang terpilih mewakili Lotim tingkat provinsi maupun nasional untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuannya untuk kemajuan Lotim di masa mendatang.

''Yang tidak terpilih, silahkan kembangkan lagi potensi yang sudah ada. Dan yang terpilih semoga menjadi pelopor di masa mendatang untuk kemajuan Lotim,'' harapnya.(Iwan)