Gong Praje Sasak Tuding DirLogis NTB Ngawur Dalam Berstatemen, Ini Kata Fihiruddin.

Ketua Gong Praja Sasak Lalu Ibnu Hajar



 

LOTENG (Postkotantb.com)- Ketua Gong Praje Sasak sekaligus Ketua Presidium Pemuda Indonesia NTB, Lalu Ibnu Hajar mengingatkan  saudara Fihirudin Direktur Logis NTB agar berhati hati dalam membuat statemen  atau jangan asbun dalam melempar isu ke publik yang dinilainya dapat mengganggu kondusifitas serta keamanan di Provinsi NTB.

"Kritik dan kritis itu boleh boleh saja,  tapi yang relevan dan beralasan dong, ini ngeritiknya sangat ngawur, apalagi sampai memerintahkan Gubernur NTB untuk mengevalusi kinerja pejabat daerah, termasuk mendesak agar Sekda Provinsi NTB diganti," katanya dalam pres rilisnya baru baru ini.

Dikatakan, selama menjabat sebagai sekda NTB HL.Gita Ariyadi, pihaknya menilai kinerjanya sangat baik, terukur dan energik dalam menjalankan tugasnya sehari hari tidak ada keanehan dan normal normal saja.

"Jangan karena ada kepentingan pribadi yang tak kesampaian,  lantas saudara (Fihir-red), membuat statemen ngawur dan memojokkan Sekda NTB," tuduhnya.

Beliau (HL. Gita Ariadi), adalah Pejabat dan tokoh kebanggaan masyarakat Loteng secara Utuh.

Dengan sejumlah ide atau gagasannya yang kami nilai sangat brilian, NTB sekarang ini sedang bangkit berikhtiar dalam rangka memupus hegemoni daerah daerah lain agar lebih kompetitif khususnya dibidang kepariwisataan.

"Negatif thingking, jangan jadi propokator yang berpihak hanya ingin melihat daerah kita tidak ingin maju dengan menebar isu isu murahan," jetusnya. "Mari melek, mari buka paradigma dan cara pandang kita. Jangan sampai karena urusan pribadi lantas memandang orang itu kerdil, sebaiknya mari kita fokus mengawal kemajuan daerah kita yang sedang berbenah ini, sesuai bidang dan tupoksi kita masing masing," imbuhnya.

Terpisah,menanggapi tudingan yang dialamatkan ke dirinya, Direktur Lembaga Penelitian dan Kajian Lombok Global Institute (LOGIS NTB)
Fihiruddin menantang Gong Praje Sasak NTB, untuk menunjukkan apa saja saja prestasi Sekda NTB. Apakah hanya sebatas menilai mampu mengantarkan istrinya sebagai calon Bupati dan ternyata kalah.

Sebab pihaknya, sampai saat ini, tidak ada kesuksesan yang gemilang dutorehkan oleh  sekda NTB, kecuali sebagai bonekanya gubernur.

"Hanya tampil mewakili gubernur di setiap acara, itu saja kesuksesan yang saya lihat saat ini," ujarnya.

Selanjutnya masalah keritikan, pihaknya sebagai masyarakat NTB punya hak melontarkan keritikan terkait kinerja Sekda. Lantas apa yang membuat saudara LSM gong praje Sasak NTB, alergi dengan keritikan dari perorangan atau Lembaga, tanya Fihiruddin.

"Selama pejabat vakum tidak ada gebrakan yang postitif untuk kemajuan daerah,kita masyarakat NTB berhak mengkritik, dan saya minta Gong Praje Sasak jangan menilai ketika kita mengkritik ada tujuan pribadi, mari sebagai Lembaga kita harus berfikir lebih jernih dan dewasa dalam menyikapu sesuatu, jangan mau diatur atau di remot oleh pejabat, tertentu" tandasnya (AP).