Pemda Terkesan Lepas Tangan, KTI Pujut Bentuk Program Peningkatan SDM Mandiri

FOTO BERSAMA ; Ketua KTI Pujut, bersama camat Pujut, perwakilanITDC dan Pemda Loteng, usai laksanakan kegiatan peningkatan SDM

 LOTENG, (Postkotantb.com)- Perhelatan Akbar MottoGP di serkuit KEK Mandalika Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), dipastikan tahun ini bakal digelar.

Mepetnya waktu gelaran, sampai saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, belum juga menunjukkan keseriusannya, terutama dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Kecamatan Pujut.

Padahal tenaga kerja yang dibutuhkan di sirkuit harus memiliki keterampilan, setidaknya mahir berbahasa Inggris.

Berdasarkan hal tersebut, Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut, berinisiatif melakukan pelatihan secara mandiri, guna meningkatkan SDM, khususnya warga lingkar kawasan.

Ketua KTI Pujut Sri Anom Putra Sanjaya mengatakan, melakukan peningkatan SDM khususnya di lingkar kawasan, dinilai sangat penting dilakukan. Mengingat SDM menyambut gelaran MotoGP sangat penting.

"Kami tidak ingin jadi penonton di rumah sendiri, sehingga kami bersama KTI menggelar pelatihan secara mandiri, dalam rangka meningkatkan SDM, terutama warga yang ada di lingkar kawasan," katanya, Rabu (9/6).

Melakukan pelatihan peningkatan SDM secara mandiri lanjutnya, mengingat sampai saat ini, Pemda Loteng belum juga terlihat ada inisiatif, sehingga hal ini yang membuat dirinya risih.

"Kami kecewa dengan program kerja Pemda Loteng, yang hanya fokus terhadap pembangunan fisik saja, tanpa memikirkan SDM. Padahal marshall saja yang hanya pegang bendera di haruskan paling tidak bisa berbahasa Inggris, lalu nanti jangan ada dalih pemuda kami di Kecamatan Pujut tidak di terima Lantara tidak memenuhi kualifikasi, sehingga kami lakukan pelatihan secara mandiri," kesalnya.

Sementara itu, Camat Pujut Lalu Sungkul mengaku bangga dengan program KTI Pujut. Paling tidak program ini nantinya sebagai pengingat kepada Pemda ataupun ITDC dan MGPA, akan pentingnya peningkatan SDM.

Sehingga nantinya hak-hak pemuda untuk mendapatkan pekerjaan di KEK Mandalika, terjamin.

"Saya salud atas kegetolan KTI, secara mandiri telah melakukan pelatihan, dan saya berharap ini jalan terbukanya pelatihan baru yang dilakukan oleh Pemda ataupun pihak itdc," ungkapnya
“Ketua Karang Taruna Kecamatan Pujut, Nanda Anom ini memang sangat getol menyuarakan aspirasi-aspirasi pemuda karena memang tuntutan Karang Taruna Desa di bawah, kegiatan inipun terlaksana atas inisiasi dari mereka," Sambung Lalu Sungkul .

Senada juga disampaikan Sekretaris Forum Kepala Desa Kecamatan Pujut Lalu Minaksa, ia mengaku pihak Pemda ataupun itdc sudah keseringan berjanji melakukan pelatihan, namun sampai saat ini apabyang dijanjikan tidak pernah terealisasi.

“Tolong jangan kami di PHP terus, Kami punya pemuda yang tergabung dalam KTI Kecamatan, jadikan mereka tim, dan KTK Pujut akan jalan bersama FKD supaya prioritaskan pemuda Pujut dan perhatikan juga Desa-desa yang lain terkait dengan segala hal pembangunan di Mandalika” Tegas Lalu Minaksa sekaligus Kades Rembitan.

Sementara itu Dyan Dilato, Head Operation Sporting Mandalika International Street Circuit, menyetujui dan berjanji agar informasi mengenai perekrutan dan hal lainnnya di KEK Mandalika akan disampaikan melalui KTK Pujut yang merupakan wadah kepemudaan terbesar yang menaungi pemuda di 16 Desa sekecamatan Pujut.

“Jadi sebetulnya ini mis komunikasi, kami tidak pernah rekrutmen anggota, itu hanya sosialiasai tidak ada bedanya mereka yang mengikuti sosialisasi dengan pemuda yang disini saat ini, dan justru kami siap 100 Persen tenaga Marshall ini di handle oleh pemuda-pemuda di kecamatan Pujut,” ungkapnya.

Sementara itu Triwijaya Astuti perwakilan Pemda Loteng, semua apa yang menjadi tuntutan pemuda,. Siap untuk disampaikan dan pihaknya berharap acara ini ada tindak lanjutnya dan Pemda sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh KTI Pujut ini. (AP)