Iwan Setiawan; Pengiriman Sapi Dari Ausralia Tertunda, Murni Karena Masalah Covid 19.

Sekretaris DPD HKTI ( Iwan Setiawan )

 
Lombok Timur (postkotantb.com)- Sekretaris DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) wilayah NTB Iwan Setiawan memberikan penjelasan terkait tertundanya program sejuta sapi di Lotim yang digaungkan pemerintah untuk membantu meningkatkan produksi daging sapi dalam negeri.

Kata Iwan, program tersebut sebenarnya baru saja menyelesaikan urusan administrasi. Sehingga dipastikan pelaksanaannya akan segera dilakukan atau terealisasi. Akan tetapi, merebaknya pandemi Covid-19 membuat impor sapi dari Australia tertunda.

''Tugas kami di HKTI Lotim sudah selesai. Program itu kan dari Australia. Jadi bibit sapinya pun dari sana. Namun karena Covid pengiriman belum bisa dilakukan,'' kata Iwan saat dikonfirmasi media ini, Senin (7/6).

Sebelum melakukan pengiriman bibit dari Australia, HKTI terlebih dahulu akan mengirim 15 dokter hewan ke Australia guna memastikan keadaan ribuan sapi yang akan masuk ke NTB dalam keadaan sehat.

Iwan menambahkan, adapun jumlah kelompok peternak yang sudah terdaftar dalam database HKTI mencapai 25.000 kelompok. Setiap kelompok nantinya akan menerima bibit sapi sesuai jumlah anggota masing-masing.

''Target kami untuk pengiriman ke Lotim sebanyak 25.000 ekor. Mudahan semua ini cepat membaik agar program ini segera terealisai,'' harap Sekretaris DPD HKTI sekaligus Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim itu.

Sementara, saat disinggung terkait adanya beberapa orang peternak yang membongkar kandang sapinya karena tak kunjung terealisai, Iwan berharap para peternak atau kelompok ternak untuk bersabar. Karena yang akan diprioritaskan akan mendapatkan bibit sapi nanti ialah peternak yang sudah memiliki kandang.

''Tidak ada yang sia-sia. Kalau ada yang sudah membuat kandang jangan dirusak. Kan nanti yang sudah membuat akan jadi prioritas,'' tegasnya.

Terpisah, Amaq Senimah, warga Lingkungan Gunung Sepang Lauk, Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong telah merobohkan kandang sapi yang telah dibangunnya dengan alasan program 10 juta sapi dari HKTI belum terealisai setelah delapan bulan menunggu.

Kandang sapi yang dibangun sebagai salah satu syarat untuk menerima bantuan dari HKTI tersebut ia bangun di atas tanah seluas 1,5 are.

''Saya kecewa bantuan itu tak kunjung datang. Makanya saya putuskan untuk membongkarnya,'' kata Amaq Senimah.

Sebelum membongkar, tuturnya, ia mengaku pernah mempertanyakan bantuan tersebut kepada kepala wilayah setempat, namun tidak ada kejelasan. Ia berharap kepada pihak HKTI agar segera merealisasikan program tersebut.

''Saya tidak ingin kekecewaan yang saya rasakan dirasakan juga oleh kelompok ternak yang lain,'' ungkap pria paruh baya itu. (Iwan)