Pemuda Tangguh, Mampu Mengimplementasikan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari

 



Loteng  (Postkotantb.com) - Hari lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni yang ditandai oleh pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).

Memperingati hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juni atau hari ini. Harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari, terutama bagi generasi penerus bangsa, yang notabenenya adalah harapan masa depan bangsa.

Demikian dikatakan Lalu Buntaran Ading Walet grup, Selasa (1/5).

Jika dicermati nilai nilai yang terkandung dalam kekuatan Pancasila, dan di implementasikan dalam kehidupan sehari hari.

Maka, pihaknya oftimis dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, akan selalu tentram sentosa. Sebab nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila, mengajarkan kepada kita untuk lebih baik.

"Roh Pancasila jika saya kaitkan dengan agama, sangat melekat. Agama mengajarkan untuk selalu berbuat baik dan memberikan manfaat kepada sesama, demikian pula dengan Pancasila. Jika ini kita bisa laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang disegani," ungkapnya.

Dikatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keragaman pada masyarakatnya. Ada banyak suku, agama, ras, kelompok maupun budaya di dalamnya.

Namun, semua itu bisa disatukan dengan Pancasila. Pada dasarnya keberagaman suku bangsa, bahasa, dan budaya di Indonesia lahir lebih dulu ketimbang negara Indonesia.

Karena itu dibutuhkan pondasi yang kuat untuk menyatukan dan melindung keberagaman, yaitu Pancasila itu sendiri.

Pemilik PT Ading Walet Buntaran ini menambahkan, yang dimaksudkan dengan memberikan manfaat kepada sesama. Saat ini pihaknya bersama owner grup Ading Walet, sedang membuka lapangan pekerjaan melalui Budi daya walet.

Yang aotput ya diharapkan, nantinya bisa dinikmati oleh orang banyak, sehingga nantinya itu sebagai bekal hidup didunia dan di akhirat.

 



"Adeng walet sendiri setiap kali panen, selalu hasilnya di bagikan kepada anak yatim, orang tua jompo termasuk untuk pembangunan tempat ibadah," tutupnya. (AP)